Cegah Balapan Liar, Pemkab Lumajang Gelar Mahameru On Road Racing

Merdeka.com - Merdeka.com - Anak-anak muda pecinta otomotif di Lumajang, terutama penyuka balapan liar bakal diberi ruang menyalurkan hobinya. Langkah ini untuk menjaring potensi yang dimiliki para joki-joki balap melalui even balapan resmi.

"Kami dari pemerintah ingin memberikan ruang untuk anak-anak muda. Baik itu mekanik maupun bengkelnya, atau rider yang bersemangat untuk juara," kata Bupati Lumajang Thoriqul Haq saat menyaksikan Mahameru On Road Racing di Jalan Lintas Timur (JLT) Lumajang, Minggu (20/11).

Dia menjelaskan, tidak ada alasan lagi bagi anak muda Lumajang untuk menguji keahlian lewat balap liar, karena saat ini sudah difasilitasi.

Terlebih, kategori kelas yang disediakan sudah ada dari usia di bawah 10 tahun, tujuannya untuk menjaring bibit pebalap. Seperti halnya sejumlah anak-anak SD yang ikut turun menjadi peserta.

"Saya bangga dengan para rider cilik (kecil, red) yang telah dibina sejak dini. Jadi, jika hanya mempunyai nyali saja itu tidak cukup menjadi modal untuk ikut balapan, tetapi skil juga sangat diperlukan," terangnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Lomba, Franky Laurens menjelaskan, dalam even ini keberanian para rider muda yang ikut turun perlu diberikan apresiasi. Karena ini merupakan pemantik bagi anak-anak muda yang biasa balap liar bisa menyalurkan hobinya dengan ikut balapan resmi.

"Orang yang balapan liar di jalan-jalan belum tentu bisa berani turun ke lapangan. Makanya, untuk membentuk rider yang tangguh, sejak kecil harus dibiasakan ikut begini ini. Mereka mengendarai kendaraan 50 CC dengan mesin pemotong rumput, lalu ketika sudah biasa mereka beralih ke motor bebek," tutupnya.

[fik]