Cegah Banjir, Jokowi Minta Warga NTB Jaga Pohon Kayu Putih yang Sudah Ditanam

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta warga Nusa Tenggara Barat (NTB) menjaga dan memelihara pohon kayu putih yang sudah ditanam dengan baik. Dia meyakini pohon kayu putih yang sudah tumbuh akan memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat.

Hal ini disampaikan Jokowi usai menanam pohon kayu putih bersama warga di Kawasan Hutan Gunung Pepe, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi NTB, Sabtu (13/11/2021). Jokowi didampingi sejumlah menteri kabinet dan Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

"Saya titip pesan kepada masyarakat, agar yang sudah ditanam ini dipelihara, dijaga, agar nantinya semuanya tumbuh dengan baik dan memberikan dampak ekonomi kepada seluruh masyarakat yang berada di sekitar Kawasan Hutan Gunung Pepe ini," kata Jokowi sebagaimana ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu.

Menurut dia, pohon kayu putih yang dijaga dan dirawat dengan baik dapat mencegah lingkungan dari bencana alam seperti longsor dan banjir. Jokowi menilai musim penghujan sangat bagus untuk menanam pohon kayu putih.

"Juga untuk menjaga lingkungan kita agar tidak longsor, tidak banjir. Sehingga, sekali lagi, saya minta ini betul-betul dipelihara karena musimnya masih musim hujan, sangat bagus untuk menanam," jelasnya.

"Dan pemeliharaan itu kalau masyarakat sendiri yang melakukan akan lebih baik lagi," sambung Jokowi.

Terbesar di Dunia

Sebagai informasi, Provinsi Nusa Tenggara Barat kini memiliki pabrik minyak kayu putih terbesar di dunia, tepatnya di Desa Oi Katupa, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima. Pabrik minyak kayu putih ini dikelola PT. Sanggaragro Karya Persada.

"Kini industrialisasi itu tidak lagi mimpi. Kita akan deklarasikan bahwa NTB jadi pusat minyak kayu putih," ujar Gubernur NTB Zulkieflimansyah saat meninjau lokasi pabrik yang berada di kaki Gunung Tambora, Kabupaten Bima, Jumat 13 Desember 2019.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel