Cegah Covid-19 di Acara Maulid Nabi, Ini Imbauan Wali Kota Jakpus untuk Rizieq Shihab

·Bacaan 2 menit
Ilustrasi Pandemi Covid-19 Credit: pexels.com/cottonbro
Ilustrasi Pandemi Covid-19 Credit: pexels.com/cottonbro

Liputan6.com, Jakarta - Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Menghantara meminta agar ketua panitia Maulid Nabi dan pernikahan putri Rizieq Shihab untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan terkait virus Corona atau Covid-19 saat pelaksanaan kegiatan.

Hal tesebut berdasarkan surat nomor 1915/-1.774.1 mengenai imbauan pelaksanaan protokol kesehatan dalam kegiatan. Surat tesebut ditandatangani oleh Bayu pada 13 November 2020.

Bayu juga menerangkan bahwa pelaksanaan protokol kesehatan berdasarkan Pergub Nomor 101 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakkan Hukum Protokol Kesehatan.

"Diminta kepada saudara untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Antara lain, membatasi jumlah peserta tidak lebih dari 50 persen kapasitas lokasi kegiatan," kata Bayu dalam surat yang dikutip Liputan6.com, Sabtu (14/11/2020).

Lalu, panitia juga diwajibkan menyediakan sarana dan prasarana pencegahan penularan Covid-19 seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, masker dan peralatan lainnya yang diperlukan. Kemudian dilakukan pemeriksaan suhu tubuh bagi setiap orang yang hadir.

"Jika ditemukan pelanggaran protokol kesehatan pada kegiatan tersebut, maka petugas akan menegakkan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku di Provinsi DKI Jakarta," jelasnya.

Rencananya pelaksanaan Maulid Nabi diadakan usai pernikahan anak pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat tidak egois dengan mengabaikan protokol kesehatan di masa pandemi virus Corona. Sebab, melanggar protokol kesehatan seperti berkerumun dapat memicu penularan Covid-19.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Kondisi yang Sudah Terkendali Jangan Diperburuk

Hal ini disampaikan Wiku menanggapi pertanyaan terkait adanya kerumunan massa di acara Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab. Salah satunya, kegiatan Maulid Nabi yang digelar di Tebet Jakarta Selatan, Jumat 13 November 2020.

"Ingat bahwa setiap perbuatan ada risikonya, jangan egois!" kata Wiku kepada Liputan6.com, Sabtu (14/11/2020).

Menurut dia, kasus Covid-19 di Indonesia sudah mulai terkendali. Untuk itu, Wiku mengimbau agar masyarakat tak menimbulkan kerumunan yang berpotensi besar menjadi media penularan virus corona.

"Janganlah kita gegabah berbuat dan dapat memperburuk kondisi yang sudah cukup terkendali akhir-akhir ini," jelasnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini: