Cegah COVID-19, Pakar: Tak Boleh Minum Susu Saja

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang berlangsung 3-20 Juli di Jawa dan Bali memperketat aktivitas masyarakat demi menurunkan laju penularan COVID-19. Dengan pemberlakuan PPKM Darurat, masyarakat kembali diimbau untuk memprioritaskan aktivitas dari rumah saja.

“Selama masa PPKM Darurat, selain menggalakkan 3T (testing, tracing, treatment) dan vaksinasi, masyarakat juga harus menjaga imunitas tubuh dengan konsumsi makanan bergizi seimbang agar imunitas tubuh tetap terjaga,” terang Ketua Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia, Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI pada Dialog Produktif KPCPEN, beberapa waktu lalu.

Bicara soal gizi yang perlu dikonsumsi di masa pandemi, Dokter Spesialis Gizi Klinik, Dr. Sheena RA, M.Gizi, SpGK mengatakan, bagi pasien yang positif COVID-19, sebaiknya konsumsi makanan disesuaikan dengan kebutuhan energinya, serta mencakup gizi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan mikro (vitamin, mineral).

Ia menegaskan bahwa tak ada makanan khusus yang bisa dikonsumsi untuk mencegah dan obati COVID-19.

“Tidak ada satu jenis makanan yang bisa sangat baik mencegah dan mengobati COVID-19. Mereka yang terkena COVID-19 tetap harus mengonsumsi makanan bergizi seimbang, yang tujuannya untuk memperbaiki imunitas tubuh,” terangnya.

Pentingnya Protein
Menurut dr. Sheena, saat terkena infeksi, umumnya tubuh membutuhkan asupan protein lebih tinggi, minimal 1,2 gram protein per kg berat badan per hari, dengan catatan fungsi ginjalnya baik.

Akan tetapi, Sheena menyinggung soal susu kaleng yang tengah ramai diburu, bukan berarti lantas melupakan sumber protein lainnya.

“Jika asupan protein dari menu harian tidak cukup, bisa ditambahkan suplementasi protein misalnya susu. Namun tidak boleh hanya minum susu saja lantas melupakan gizi yang lain” ujarnya.

Buah dan sayur
Dokter Sheena menambahkan, pasien COVID-19 juga harus mengonsumsi buah dan sayur sebagai sumber vitamin dan mineral dengan memperhatikan kaidah gizi seimbang.

Porsi sayur dianjurkan sebanyak 3-5 dan serta 3 porsi buah dalam sehari dengan jenis dan warna berbeda. “Tidak boleh ada makanan yang dihilangkan atau diganti dengan yang lain dalam jumlah lebih banyak,” ujarnya.

Asupan untuk pasien COVID-19 gejala anosmia
Selain itu, bagi pasien COVID-19 yang isolasi mandiri di rumah dan mengalami kehilangan penciuman maupun pengecapan alais anosmia, disarankan tetap makan seperti biasa, kalau perlu dipaksakan.

Bisa dibantu juga dengan melunakkan atau mencincang lauk agar mudah dicerna.

"Begitu pula dengan pasien COVID-19 anak-anak, harus menjaga asupan makanan kurang lebih sama dengan orang dewasa," tegasnya.

Anjuran tak makan bersama
Sedangkan untuk mencegah tertular COVID-19, protokol kesehatan ditambah vaksinasi merupakan upaya pencegahan terbaik yang bisa dilakukan saat ini. Prof Iris menyarankan agar memakai masker bedah dan kemudian masker kain untuk memberikan perlindungan optimal. Pastikan semua area tertutup dengan baik.

"Usahakan di rumah juga mengenakan masker sebagai upaya pencegahan. Kalau selama ini rutin makan bersama sebaiknya selama pandemi makan bergantian dulu mengingat klaster di rumah bisa terjadi,” ujar Prof. Iris.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel