Cegah COVID-19 saat Libur Panjang, Muslimat NU Bagikan Masker

Mohammad Arief Hidayat, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan bahwa organisasinya turut membagi-bagikan masker kepada masyarakat untuk mencegah penularan COVID-19 selama libur panjang sejak 28-1 November 2020.

"Karena saat ini kita sudah masuk dalam masa libur panjang maka kami menyalurkan masker kepada relawan-relawan. Selanjutnya mereka mengedukasi masyarakat tentang memakai masker yang benar, jaga jarak dan cuci tangan," kata Khofifah dalam Rakernas Muslimat NU di Kota Batu, Kamis, 29 Oktober 2020.

Sebanyak 12 ribu masker diberikan ke sejumlah komunitas, antara lain Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Tagana. Mereka juga memberikan masker kepada masyarakat yang akan berlibur. Jika kepatuhan akan protokol kesehatan berjalan baik, sektor kesehatan dan ekonomi berjalan seiring.

Kegiatan Muslimat NU dalam penanganan pandemi COVID-19 ternyata tidak hanya di dalam negeri. Melalui cabang Muslimat di luar negeri pun mereka juga memberikan sumbangsih kepada tenaga migran Indonesia, di antaranya di Malaysia, Hong Kong, dan Taiwan.

"Di Malaysia ikut support dengan membagikan sebanyak 17 ribu paket sembako kepada buruh migran. Di Hong Kong aktif membagikan masker, di Taiwan juga aktif membagikan masker. Di Indonesia, saya rasa berseiring antara membagi sembako, dan masker," katanya.

Muslimat NU menggelar Rapat Kerja Nasional dan Musyawarah Kerja Nasional di Kota Batu, Jawa Timur. Kegiatan itu dibuka langsung oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin secara virtual.

"Karena awal Februari ada kasus di Jakarta, maka kemudian menghitung kembali, dan awal Maret di Jawa Timur ada terkonfirmasi positif COVID-19, kita putuskan untuk ditunda. Lalu sekarang ini sudah sampai pada acara puncak, dari pembahasan dan diskusi, apakah yang terkait dengan layanan pendidikan, layanan kesehatan, sosial, karena di NU ini yang punya panti asuhan Muslimat NU,” ujarnya.

Baca: Tingkat Kesembuhan COVID-19 Indonesia Lebih Tinggi dari Dunia