Cegah Gangguan Tumbuh Kembang Anak, Ini Peran Penting Buku KIA

·Bacaan 3 menit

VIVA – Tahun-tahun pertama kehidupan, terutama periode sejak janin dalam kandungan sampai anak berusia 2 tahun, merupakan periode yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan otak manusia yang paling pesat.

Mengingat, periode 2 tahun pertama ini merupakan masa yang relatif pendek dan tidak akan terulang kembali. Maka dari itu, orangtua harus memanfaatkan periode yang singkat ini untuk membentuk anak ke arah yang positif.

Mulai dari memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan, dan dilanjutkan hingga usia 2 tahun dengan pengenalan makanan pendamping ASI yang tepat dan sesuai mulai usia 6 bulan, memberikan stimulasi yang tepat serta memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang Dr. dr. Fitri Hartanto, Sp.A(K) menjelaskan, pemantauan tumbuh kembang dilakukan kepada anak rentang usia 0-2 tahun dan 2-6 tahun dengan memperhatikan beberapa aspek sesuai tingkat perkembangan usianya.

Pemantauan tumbuh kembang harus dilakukan secara rutin karena merupakan suatu proses yang terus berlangsung dan dalam perjalanannya dapat mengalami gangguan atau penyimpangan. Karena itu, orangtua sebaiknya memiliki catatan khusus tentang perkembangan anak karena waktu pencapaian perkembangan motorik dan mental setiap anak tidak akan sama persis.

Ditambah, kondisi pandemi membuat akses terhadap pelayanan kesehatan terbatas.

"Untuk itu, Buku KIA yang diproduksi oleh Kementerian Kesehatan semakin penting untuk dimiliki oleh para orang tua, khususnya ibu hamil agar dapat melakukan pemantauan tumbuh kembang anak sebagai deteksi dini,” kata Fitri dalam webinar Pentingnya Buku KIA untuk Orangtua Pantau Kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak, Kamis 29 Juli 2021.

Fitri menambahkan, pemantauan tumbuh kembang bertujuan agar orangtua dapat mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anak dan menemukan secara dini gangguan tumbuh kembang sehingga dapat ditindaklanjuti segera agar hasilnya lebih baik.

Dengan ditemukannya secara dini penyimpangan atau masalah tumbuh kembang pada anak, maka intervensi yang akan dilakukan tentunya akan lebih mudah dan fokus. Selain itu, tenaga kesehatan juga mempunyai waktu yang cukup dalam membuat rencana tindakan atau intervensi yang sesuai.

“Untuk menilai status pertumbuhan anak bisa melalui pengukuran berat badan, panjang atau tinggi badan dan lingkar kepala. Nanti setelah itu di-plot, setelahnya baru bisa diinterpretasikan,” lanjutnya.

Interpretasi ini, tambah Fitri, akan menjelaskan bagaimana berat badan terhadap umur, tinggi badan pada umur, berat badan terhadap tinggi badan dan lingkar kepala terhadap usia. Dari hasil interpretasi itu, tenaga kesehatan bisa mengambil tindakan atau intervensi jika hasil tersebut tidak sesuai dengan yang seharusnya.

“Misalnya berat badan terhadap usia, usia 13 bulan berat badannya 8,8kg artinya sudah di bawah -2 standar deviasi, artinya berat badan terhadap umur ini berat badannya kurang. Jika berat badan tidak nambah atau menjauhi lama-lama akan gagal tumbuh, kalau tidak diperbaiki akan jadi stunting karena berat badan tidak naik," jelas Fitri.

Di sisi lain, untuk memperluas dampak edukasi, Direktorat Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI dan PT Tirta Investama mengajak keterlibatan berbagai pihak untuk turut aktif mengedukasi para orangtua agar dapat memahami isi buku KIA, memanfaatkan untuk pemantauan tumbuh kembang anak, dan memastikan kelengkapan layanan kesehatan yang didapatkan oleh ibu dan anak.

VP General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto mengatakan, pihaknya meyakini bahwa peran jurnalisme dari berbagai pegiat di media sosial memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kesadaran dan menyampaikan edukasi terkait nutrisi dan kesehatan ke masyarakat luas.

Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kompetisi menulis dan konten kreatif yang terbagi menjadi tiga kategori, yaitu: media, blogger, dan umum. Kompetisi ini mengangkat tema “Pentingnya Buku KIA untuk Orangtua Pantau Kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak di masa Pandemi”.

"Kami percaya bahwa semakin banyak pihak yang terlibat, semakin cepat kita dapat meningkatkan status kesehatan anak dan mewujudkan Indonesia Maju,” ungkap Vera.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel