Cegah Gelombang 3 COVID-19, Mobilitas Jangan sampai di Angka 10 Persen

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Demi mencegah gelombang ketiga COVID-19, Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmidzi menekankan, mobilitas dapat dijaga supaya tidak mencapai di angka 10 persen. Ini karena belajar dari pengalaman libur akhir tahun 2020 dan pasca Idulfitri 2021.

“Kita dapat mencegah potensi lonjakan kasus atau potensi gelombang ketiga dengan menjadikan mobilitas tidak meningkat sampai pada angka 10 persen, seperti pada kondisi Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 juga pasca Idulfitri 2021,” jelas Nadia melalui pernyataan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, Rabu (27/10/2021) malam.

Dalam hal ini, meski situasi pandemi COVID-19 terkendali, namun hari libur panjang dalam rangka Natal dan Tahun Baru akan segera tiba. Potensi peningkatan mobilitas pada waktu tersebut dapat membuka risiko terjadinya lonjakan kasus, bahkan gelombang ketiga.

Pemerintah terus mengingatkan masyarakat bahwa pandemi belum usai. Pergerakan virus Corona dinamis pada tingkat global, tingkat kepatuhan protokol kesehatan di Tanah Air, serta target cakupan vaksinasi yang masih hasih harus dikejar jadi pengingat, kewaspadaan harus tetap ditingkatkan.

Situasi global pandemi COVID-19 diharapkan dapat menjadi pembelajaran. Berdasarkan laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) per 26 Oktober 2021, terjadi peningkatan jumlah kasus dan kematian di tingkat global.

“Salah satu yang dianggap memengaruhi peningkatan kasus tersebut adalah sudah dilakukannya berbagai pelonggaran dan penurunan kepatuhan terhadap protokol kesehatan, misal penggunaan masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” jelas Nadia.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Tren Peningkatan Kasus COVID-19 7 Minggu Terakhir

Petugas menyiapkan tempat isolasi di Aula Masjid KH Hasyim Asyari atau Masjid Raya Jakarta, Daan Mogot, Jumat (25/6/2021). Pemprov DKI menetapkan sejumlah lokasi menjadi tempat isolasi mandiri warga yang positif COVID-19, salah satunya adalah Masjid KH Hasyim Asyari. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Petugas menyiapkan tempat isolasi di Aula Masjid KH Hasyim Asyari atau Masjid Raya Jakarta, Daan Mogot, Jumat (25/6/2021). Pemprov DKI menetapkan sejumlah lokasi menjadi tempat isolasi mandiri warga yang positif COVID-19, salah satunya adalah Masjid KH Hasyim Asyari. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Menilik situasi global yang tengah terjadi peningkatan kasus COVID-19, lanjut Siti Nadia Tarmizi, Indonesia dapat mengambil pelajaran bahwa vaksin saja belum cukup, melainkan harus diimbangi dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

Sebagaimana data yang dihimpun Kementerian Kesehatan, ada 105 kabupaten/kota di 30 provinsi yang terlihat ada tren peningkatan kasus konfirmasi COVID-19 dalam 7 minggu terakhir.

"Hal ini tentunya menuntut kewaspadaan bersama, mengingat Indonesia telah berada dalam kondisi terus menekan angka penularan kasus COVID-19 sekaligus menekan jumlah kasus positif pada level serendah mungkin," terang Nadia.

Nadia juga terus mengimbau masyarakat untuk tidak ragu dan tidak takut ikut vaksinasi.

“Kita bisa akhiri pandemi COVID-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi. Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains,” pungkasnya.

Infografis Tekan Mobilitas Warga Demi Cegah Lonjakan Kasus Covid-19

Infografis Tekan Mobilitas Warga Demi Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Tekan Mobilitas Warga Demi Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel