Cegah Hoaks soal Vaksin Covid-19, Pemerintah Inggris Gandeng 3 Raksasa Teknologi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Inggris melakukan langkah cepat untuk mengantisipasi hoaks terkait vaksin covid-19 jika nanti sudah ditemukan. Mereka menggandeng raksasa teknologi Facebook, Twitter, dan Google untuk melawan hoaks tersebut di dunia maya.

Dalam pertemuan yang digelar pekan ini, ketiga raksasa teknologi itu sepakat untuk tidak mengambil untung atau mempromosikan hal-hal yang anti vaksin covid-19. Mereka juga berjanji akan membantu menyebarkan informasi faktual terkait vaksin itu serta menandai konten yang bermasalah dengan cepat.

Pemerintah Inggris mengambil langkah ini karena melihat kelemahan saat media sosial gagal membendung informasi salah soal covid-19 pada awal pandemi. Hal itu juga terjadi saat hoaks vaksin covid-19 masih banyak ditemukan di platform media sosial.

"Hoaks terkait covid-19 sangat berbahaya dan dapat menelan korban jiwa. Masih banyak yang bisa dilakukan oleh para raksasa teknologi ini selain mengurangi penyebarannya di platform mereka," ujar Oliver Dowden, Sekretaris Negara Departemen Digital, Budaya, Media, dan Olahraga (DCMS) Inggris dilansir Society of Editors.

"Jadi saya menyambut baik komitmen dari raksasa media sosial ini tidak mengambil profit dari konten anti vaksin covid-19 atau mempromosikannya. Kita semua tahu menghasilkan uang dari konten berbahaya itu sangat salah."

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Banner Infografis Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Banner Infografis Yuk Kenali Cara Kerja Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Facebook menyebut tercapainya kesepakatan ini sebagai dukungan pada masyarakat Inggris.

"Pada awal pandemi kami mengarahkan 3,5 juta pengguna Facebook untuk membaca informasi yang benar dari Pemerintah Inggris dan lembaga kesehatan resmi. Tentu kami senang bisa melanjutkan kerjasama ini," kata Kepala Kebijakan Facebook Inggris, Rebecca Stimson.

"Kami tetap berkomitmen untuk memerangi informasi yang salah terkait tentang covid-19. Kami berharap bisa terus berkolaborasi dengan pemerintah," kata Kepala Kebijakan Twitter Inggris, Katy Minshall menimpali.

"Hari ini kami melipatgandakan komitmen untuk mengambil tindakan yang efektif pada kesalahan informasi terkait vaksin covid-19. Kami ingin memastikan seluruh masyarakat Inggris memiliki akses mudah untuk mencari informasi akurat," kata Direktur Pelaksana Google Inggris, Ronan Harris.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Saksikan video pilihan berikut ini: