Cegah Kerugian ke Masyarakat, Jokowi Harap Fintech Dibangun dengan Tanggung Jawab

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan, ekosistem ekonomi digital melalui financial technology (fintech) yang kuat berkelanjutan harus dibangun dengan bertanggungjawab. Salah satu caranya, dengan memiliki mitigasi risiko atas timbulnya permasalahan hukum.

"Ini untuk mencegah kerugian dan meningkatkan perlindungan ke masyarakat," kata Jokowi saat memberikan keynote speech dalam acara OJK Virtual Innovation Day, Senin (11/10/2021).

Jokowi menambahkan, pembiayaan fintech harus didorong untuk kegiatan produktif. Tujuannya, untuk membangun kemudahan akses bagi masyarakat yang tidak terjangkau layanan perbankan.

"Ini membantu pelaku UMKM agar lebih banyak melakukan transaksi digital yang minim aktivitas fisik serta membantu UMKM untuk naik kelas dan masuk ke go digital," harap Jokowi.

Jokowi pun meminta OJK dan para pelaku usaha fintech agar dapat menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif dengan mengejar percepatan literasi keuangan dan literasi digital.

"Kemajuan inovasi keuangan digital memberikan manfaat bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi inklusi juga harus memberi akses luas ke masyarakat, khususnya lapisan menengah ke bawah agar menjadi solusi menekan ketimpangan sosial yang menjangkau masyarakat yang belum tersentuh," tandas Jokowi.

Jokowi Minta Layanan Keuangan Digital Indonesiasentris, Tidak Hanya Terpusat di Jawa

Presiden Joko Widodo saat berpidato dalam Bali Fintech Agenda IMF-WB 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10). Jokowi mengaku mengacu pada kebijakan Amerika Serikat (AS) yang merupakan negara kelahiran internet. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Presiden Joko Widodo saat berpidato dalam Bali Fintech Agenda IMF-WB 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10). Jokowi mengaku mengacu pada kebijakan Amerika Serikat (AS) yang merupakan negara kelahiran internet. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta provider layanan keuangan digital mengembangkan layanan hingga seluruh pelosok Indonesia atau Indonesiasentris dan tidak terpusat di Pulau Jawa semata.

"Provider keuangan digital juga harus berorientasi Indonesiasentris, tidak hanya berpusat di Jawa saja. Tetapi membantu mempercepat transformasi keuangan digital hingga pelosok Tanah Air kita," ujar Jokowi pada acara OJK Virtual Innovation Day 2021 di Istana Negara, Senin (11/10/2021).

Dia meminta komitmen industri jasa keuangan melaksanakan program literasi keuangan dan digital mulai dari wilayah pinggiran desa demi mendukung layanan yang merata.

Hal ini dikatakan bukan hanya agar masyarakat bisa memanfaatkan jasa industri keuangan, tetapi juga memfasilitasi kewirausahaan dengan risiko rendah.

Dia berharap sektor keuangan yang tangguh dan berkelanjutan terus dijaga untuk mendorong kepercayaan dan pergerakan ekonomi nasional yang inklusi serta berkontribusi besar ke pertumbuhan ekonomi.

"Komitmen, keberpihakan, dan kerja keras ditunggu pelaku ekonomi kecil, khususnya juga usaha mikro kecil segera bangkit dari dampak pandemi covid 19 dan terfasilitasi memanfaatkan peluang yang bermunculan," Jokowi menandaskan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel