Cegah kuku mulut, PMI Jember semprotkan disinfektan di pasar hewan

Sukarelawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember, Jawa Timur turun ke masyarakat untuk melakukan penyemprotan cairan disinfektan di pasar hewan guna mencegah penularan penyakit mulut dan kaki (PMK) di daerah itu.

"Ada dua pasar hewan yang sudah kami semprot disinfektan yakni Pasar Hewan Ambulu dan Mayang," kata Ketua PMI Jember Zaenal Marzuki dalam taklimat media yang diterima ANTARA di Jember, Senin.

Menurutnya PMI melakukan penyemprotan di dua pasar hewan tersebut dengan melibatkan lima staf dan empat relawan PMI Jember, kemudian 10 orang dari Dinas Peternakan, lima orang dari Kecamatan Ambulu dan Mayang ikut terlibat.

"Termasuk dari Babinsa dan Babinkamtibmas di kedua kecamatan pasar hewan itu, serta dari perangkat desa setempat yang ikut membantu," katanya.

Ia menjelaskan penyemprotan disinfektan di pasar hewan dilakukan setelah ada permintaan, sehingga PMI Jember langsung menindaklanjuti dengan menurunkan relawan untuk melakukan penyemprotan disinfektan di pasar hewan.

"Penyemprotan dilakukan dengan kerja sama para pihak yang terkait langsung dengan keamanan dan keselamatan hewan," katanya.

Ia mengatakan penyemprotan tidak boleh dilakukan asal-asalan terhadap hewan yang ada d pasar hewan karena perlu berkoordinasi dengan pihak yang berkompeten.

"Selain menyemprot pasar hewan, penyemprotan dilakukan pada kendaraan angkutan hewan dan pada bagian kaki hewan sehingga aman untuk ternak sapi," katanya.

PMI Jember, kata Zaenal Marzuki , siap melayani masyarakat salah satunya penyemprotan cairan disinfektan seperti yang dilakukan di Pasar hewan Ambulu dan Mayang untuk mencegah penyebaran penularan PMK.

Sebelumnya Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jember Andi Prastowo mengatakan petugas menemukan adanya sapi yang tertular penyakit mulut dan kuku di Kecamatan Balung dan Gumukmas berdasarkan hasil pemeriksaan di laboratorium.

"Ada empat yang positif, namun PMK tersebut bisa disembuhkan karena kami punya stok obat-obatan yang diberikan secara gratis kepada peternak yang hewan ternaknya diduga mengalami gejala penyakit itu," katanya.

Pihaknya segera menurunkan tim untuk mengecek jika ada ternak yang mengalami gejala-gejala PMK, sehingga masyarakat diimbau juga supaya segera melaporkan kalau ada kasus yang mengarah ke PMK agar cepat ditangani, demikian Andi Prastowo.

Baca juga: Gubernur Jatim: Segera lapor jika temui ternak terindikasi PMK

Baca juga: Pemkab Magetan tutup sementara pasar hewan cegah penularan PMK

Baca juga: Sapi terjangkit kuku-mulut di Probolinggo bertambah jadi 203 ekor

Baca juga: Gubernur Jatim sampaikan ternak di 15 kabupaten/kota terbebas PMK

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel