Cegah Kulit Kaki Melepuh, Jemaah Haji Diminta Bersandal di Selasar Masjid Nabawi

Merdeka.com - Merdeka.com - Satu persatu kelompok terbang (kloter) jemaah haji gelombang pertama tiba di Madinah, Arab Saudi. Jemaah haji akan berada di Madinah lebih kurang sembilan hari sebelum akhirnya menuju Makkah.

Masjid Nabawi menjadi tujuan utama jemaah selama di Madinah. Di sana, jemaah melaksanakan salat arbain atau 40 waktu tanpa putus.

Selain melakukan salat Arbain, jemaah juga melakukan ziarah ke makam Rasulullah di Raudhah. Raudhah adalah area di dalam Masjid Nabawi yang letaknya antara makam Nabi Muhammad dan mimbar.

Bagi jemaah yang hendak beraktivitas di Masjid Nabawi, ada sejumlah hal yang harus diketahui. Salah satunya soal pentingnya menggunakan alas kaki.

Meski berlantai keramik, selasar Masjid Nabawi masih boleh dilalui sambil menggunakan sandal atau sepatu. Penggunaan alas kaki justru sangat penting bagi jemaah untuk mencegah kulit kaki melepuh akibat panasnya lantai. Apalagi cuaca di Madinah sedang memasuki musim panas di mana suhu rata-rata 43-46 derajat celsius.

"Sandal harus tetap dipakai, nanti dibuka saat depan pintu masjid," kata Kepala Daerah Kerja Madinah, Amin Handoyo di Madinah, Saudi, Minggu (5/6).

Ketika hendak masuk masjid, jemaah bisa menyimpan sandal dalam plastik yang dibawa. Kemudian, sandal bisa diletakkan di sisi jemaah saat salat. Atau jika ingin lebih aman, sandal bisa dimasukkan atau diikatkan di tas yang dibawa.

"Jadi buka saja di depan pintu masuk masjid, lalu selesai salat begitu keluar pakai langsung," katanya.

Jemaah Sering Kelupaan Letakkan Sandal

Terpisah, PPIH yang bertugas di posko utama Masjid Nabawi mengatakan persoalan kaki melepuh dan sandal hilang paling sering dikeluhkan jemaah saat beraktivitas di Masjid Nabawi.

Dia mencontohkan, jemaah sering mengeluhkan sandal hilang. Sehingga saat kembali ke hotel tanpa alas kaki atau hanya menggunakan kaos kaki. Padahal, katanya, kondisi itu sangatlah berbahaya. Apalagi, beberapa kali musim haji bertepatan dengan musim panas.

"Padahal kadang dia lupa taruh sandalnya di mana. Mungkin dia masuk pintu mana, terus sandal diletakim di-locker. Beres salat lupa tadi sandalnya taruh di mana dan lupa juga masuk pintu lewat mana," ungkap Siti Isnaini saat berbincang dengan merdeka.com.

Siti sangat tidak menyarankan jemaah haji nekat pulang ke hotel tanpa alas kaki. Panasnya jalan yang dilalui, tentu membahayakan kaki.

Sebelumnya, Kasie Perlindungan Jemaah Haji (Linjam), Harun Al Rasyid menyebut ada lima posko petugas PPIH yang tersebar di kompleks Masjid Nabawi. Lima pos diisi petugas Linjam dan Kesehatan.

Lima pos terletak di pintu-pintu gerbang seperti posko utama di pintu 332, pintu 328 pos dua, pintu 306 pos ketiga, pintu 358, pos Raudhah. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel