Cegah Kulit Kusam Tanda Penuaan Dini, Ini Anjuran Dokter

Tasya Paramitha, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Bisa tampil menarik dengan wajah yang nampak awet muda tentu menjadi dambaan banyak orang. Untuk itu, penting memiliki kulit yang sehat untuk mencegah penuaan dini melalui perawatan yang tepat, termasuk pemakaian sunscreen atau tabir surya.

Penelitian yang dilakukan oleh L’Oreal membuktikan bahwa 75 persen penuaan dini dapat disebabkan oleh sinar UV.

Sinar UVB merupakan sinar yang dapat mengakibatkan efek sunburn. Sedangkan, sinar UVA adalah UV yang paling merusak kulit, yang menyerang sepanjang hari dengan 3 dampak utama, yakni hyperpigmentasi, kerusakan struktur kulit dan mengurangi kelembapan, fungsi sel dan stres oksidatif.

Global Scientific Director L’Oreal Paris, Elisabeth Bouhadana mengatakan bahwa studi klinik menunjukkan kronologi proses penuaan dini seperti noda hitam, kulit kusam dan garis halus, dapat terjadi lebih cepat jika seseorang ter-ekspos oleh UV tanpa menggunakan sunscreen.

“75 persen penuaan dini disebabkan oleh sinar UV yang disebut juga photo-aging. UVA meningkatkan radikal bebas di kulit lapisan epidermis dan dermis sejak paparan pertama dan menyebabkan noda hitam," ujar Elisabeth dalam acara virtual baru-baru ini.

Dokter spesialis kulit dan kelamin (SpKK), dr. Litya Ayu Kanya Anindya. Sp.KK,FINS DV, menjelaskan bahwa tanda penuaan pada kulit yang paling ringan adalah terasa kering. Setelahnya, kulit wajah nampak dehidrasi, kurang cairan sehingga terlihat kasar dan kusam.

"Tidak shiny dan tidak glowing. Itu masih bisa dikembalikan dengan memperbaiki perlindungan kulitnya, memperbaiki komponen-komponen kulitnya. Bisa dicegah penguapan air lebih banyak, jadi kulitnya bisa lebih terhidrasi," kata dokter Litya.

Di tahap selanjutnya, kulit akan mulai nampak memiliki kerutan halus hingga pigmentasi alias melasma yang dapat diatasi dengan beberapa cara medis seperti laser hingga suntik botoks.

Apabila masih di tahap sebelumnya, pengolesan bahan-bahan aktif masih dapat dilakukan termasuk tabir surya. Tetapi, memakai tabur surya pun ada aturannya.

"Pakai sunscreen jangan terlalu tipis karena SPF yang tertulis di dalam sunscreen itu dipengaruhi juga oleh banyaknya atau tebalnya oleh sunscreen yang kita gunakan," tutur Litya.

Selain itu, aplikasikan sunscreen 15 menit sebelum keluar rumah agar penyerapan lebih maksimal. Perlu diingat, pemakaian sunscreen juga tak bisa hanya sekali pakai.

"Rata-rata untuk patokan harus aplikasikan ulang 3 jam setelah aplikasi pertama. Tapi sebelum diaplikasikan sunscreen, sebaiknya cuci dulu wajahnya. Sunscreen lama dicuci, baru oleskan yang baru," jelasnya.

Lebih lanjut, takaran sunscreen dalam satu kali pakai yakni 2 milimeter per sentimeter persegi atau satu garis pada jari telunjuk. Diharapkan, pemakaian sunscreen yang tepat mampu mencegah tanda penuaan yang terjadi lebih dini, khususnya saat beraktivitas di luar rumah.

"Banyak yang melihat sunscreen sebagai skincare mandatory product yang harus dipakai setiap hari. Berenang atau berlari, apalagi sekarang banyak banget yang sepedaan. Jadi sebelum ke luar sudah mengerti sunscreen adalah sebuah keharusan untuk mencegah penuaan dini," ujar Brand General Manager L’Oreal Paris Indonesia, Maria Adina.