Cegah Penyebaran Hoaks, Polda Sumbar Gandeng Masyarakat Awasi Medsos

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Penyebaran hoaks harus dilakukan oleh semua pihak. Itu sebabnya Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) melibatkan masyarakat dalam pencegahan hoaks tersebut.

Polda Sumbar sejauh ini telah menindak tiga kasus berita hoaks. Yakni seorang dokter yang membuat berita hoaks, kasus video hoaks terkait penganiayaan petugas perbatasan dan kasus berita hoaks di salah satu restoran di Padang.

Kepolisian menyebut mengatakan hoaks dibuat oleh masyarakat atau orang yang tidak bertanggung jawab.

"Pencegahan penyebaran hoaks dapat dilakukan dengan pengawasan di media sosial. Saat berbagai isu permasalahan pemanfaatan informasi dan teknologi oleh pihak tertentu," ujar Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Edi Mardianto dilansir Antara.

"Kami berinisiatif menggandeng Forkopimda, mahasiswa, serta lembaga adat untuk mencari solusi persoalan yang ada. Kami berharap ide pencegahan kolaborasi ini ke tingkat nasional," ujar Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu menambahkan.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel