Cegah Penyebaran Misinformasi, Anak Muda Diminta Melek Literasi Digital

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Koordinator Penggerak Milenial Indonesia (PMI) M Adhiya Muzakki mengajak seluruh anak muda Indonesia agar melek literasi digital guna mencegah penyebaran misinformasi.

Adhiya mengatakan, tingkat literasi digital masyarakat Indonesia masih kurang dan sangat minim. Hal tersebut mengacu kepada data survei indeks literasi digital nasional yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada 2020. Dalam survei itu, kata Adhiya, literasi digital masyarakat Indonesia masih berada pada level sedang.

"Kami menilai, hal yang paling urgen untuk didorong peningkatannya adalah kemampuan berpikir kritis tentang media dan data, kata Adhiya dikutip dari Antara, Jumat (2/7/2021).

Minimnya tingkat digital literasi juga disampaikan oleh anggota Komisi I DPR, Bobby Adhityo Rizaldi. Bobby menyebutkan bahwa indeks literasi digital belum mencapai skor baik (4,00), baru sedikit di atas sedang (3,00).

Oleh karena itu, menurut Bobby pemerintah melalui Kominfo bersiap meluncurkan program literasi digital nasional Siberkreasi dengan mengusung tema ‘Indonesia Makin Cakap Digital 2021’.

"Tahun 2021 ini direncanakan akan diadakan 20 ribu program pelatihan berdasar modul dan kurikulum yang menyasar empat pilar literasi digital yaitu etika, keterampilan, digital budaya serta keamanan," ungkap Bobby.

Chairman and Founder Media Wave, Yose Rizal setuju soal media sosial agar masuk ke dalam kurikulum pembelajaran. Alasannya adalah supaya media sosial dan realita sejalan.

"Bagaimana mereka bisa tumbuh dengan baik jika diberikan hoaks, mencaci maki presidennya. Bagaimana anak-anak kita bisa tumbuh dengan baik," katanya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute, Gun Gun Heryanto memberikan tips langkah-langkah untuk melek literasi digital. Pertama, kata Gun Gun adalah membuat daftar dan menganalisis isu-isu kontemporer.

Kedua, membuat peer group untuk berbagi dan melakukan aksi literasi bersama. Ketiga, mempublikasikan narasi sehat dan kontra narasi dari hoaks, dan keempat melakukan advokasi.

"Penggerak Milenial Indonesia ini sebagai peer group, mempublikasikan narasi dan mengkontrol narasi, yang terlahir melakukan advokasi. Peran kita itu menjadi peran elaboratif, sebab bangsa ini terlalu besar untuk di kerjakan satu kelompok, membutuhkan banyak kelompok," ujarnya.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel