Cegah Peredaran Narkoba, Polri Perketat Pengawasan 'Pelabuhan Tikus'

Merdeka.com - Merdeka.com - Polri memastikan akan terus melawan peredaran narkoba di Indonesia. Salah satunya dengan memperketat jalur 'pelabuhan tikus' atau pelabuhan garis pantai yang kerap jadi sasaran para bandar menyelundupkan barang haram tersebut.

"Polri senantiasa melakukan pengawasan terhadap garis pantai (pelabuhan tikus/rakyat) sebagai pintu masuk barang ilegal khususnya Narkoba," tegas Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar saat dikonfirmasi, Kamis (19/1).

Dalam menutup celah peredaran narkoba di Indonesia, Polri bekerja sama dengan otoritas terkait seperti Bea dan Cukai maupun masyarakat pantai.

"Tentunya ini menjadi tantangan bagi kita, letak geografis Indonesia yang terbuka dengan sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki garis pantai yang sangat panjang," ucapnya.

"Oleh karena itu, Polri selain melakukan kerja sama dengan instansi terkait, masyarakat pantai dan kerja sama internasional juga melakukan modernisasi sistem & peralatan dari waktu ke waktu," tambah Krisno.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) melaporkan setidaknya sepanjang 2022, telah berhasil mengungkap sebanyak 851 kasus narkoba di Tanah Air. Dari total 49 jaringan berskala nasional dan internasional dengan total 1.350 tersangka.

"26 Jaringan nasional dan 23 jaringan internasional," kata Kepala BNN Petrus Reinhard Golose saat rapat kerja (raker) bersama Komisi III DPR RI, di Jakarta, Rabu (18/1).

Dari hasil tersebut BNN telah berhasil mengamankan sebanyak 1,904 juta ton sabu selama 2022. Kemudian, 1,06 ton ganja, 262.789 butir ekstasi, dan 16,5 kilogram serbuk ekstasi. [tin]