Cegah Teror di Malang saat Tahun Baru, Polisi Bersenjata Siaga

Bayu Nugraha, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Polresta Malang Kota mengantisipasi ancaman terorisme pada malam pergantian tahun baru. Mereka pun menyiagakan pasukan terlatih bersenjata lengkap di pos pengamanan yang didirikan di dekat obyek-obyek vital di Kota Malang.

Kapolresta Malang Kota, Komisaris Besar Polisi Leonardus Simarmata, meninjau langsung kesiapan pasukan di sejumlah pos pengaman. Salah satunya di pos Pengamanan di Gereja Kayutangan, Kota Malang.

Leonardus mengecek senjata laras panjang yang dibawa oleh personel saat bertugas. Fungsi senjata dicek dengan teliti. Mulai dari melihat magazin hingga mengecek peluru di senjata laras panjang milik personel polisi.

"Dalam melakukan pengamanan, jangan sampai petugas tidak dibekali alat pengaman. Termasuk senjata laras panjang yang dilengkapi dengan peluru hampa dua butir, peluru karet tiga butir dan peluru tajam 10 butir mereka disiapkan di setiap pos pengamanan," kata Leonardus, Senin 28 Desember 2020.

Leonardus mengatakan penempatan pasukan terlatih dengan senjata lengkap dilakukan sebagai salah satu langkah untuk mengantisipasi aksi terorisme yang dikhawatirkan terjadi pada natal dan tahun baru. Kesiapsiagaan ini sebagai antisipasi dan mempersempit ruang gerak kelompok radikal.

"Setiap bulan Desember, pasti ada beberapa ancaman terorisme. Oleh karena itu kami pun akan melakukan antisipasi terkait hal tersebut. Kami akan tingkatkan deteksi kami terhadap kelompok radikal atau kelompok teroris. Kami kan persempit (ruang geraknya) dengan lakukan razia senpi, sajam dan bahan peledak serta patroli," ujar Leonardus.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan titik pantau ancaman terorisme dan radikalisme telah di sebar di lima kecamatan di Kota Malang. Dia mengungkapkan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang telah melakukan menginventarisir potensi terorisme dan radikalisme yang ada di Kota Malang.

"Kami tingkatkan kewaspadaan terkait radikalisme dan terorisme. Titik pantauan dilakukan di lima kecamatan. Kami juga minta warga jangan berkerumun di malam tahun baru. Karena jika ada kerumunan massa, akan kami bubarkan. Tetap taati protokol kesehatan," tutur Sutiaji. (ren)

Baca juga: Bunyikan Petasan saat Tahun Baru di Jateng, Siap-siap Diburu Polisi