Cegah varian XBB COVID-19, Pemda DIY gencarkan vaksinasi penguat

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) segera menggencarkan kembali vaksinasi "booster" atau penguat untuk mencegah penyebaran COVID-19 subvarian Omicron XBB di provinsi ini.

"Untuk mencegah varian XBB kami akan galakkan vaksinasi booster," kata Ketua Satgas Percepatan Vaksinasi DIY Sumadi saat dihubungi di Yogyakarta, Jumat.

Menurut dia, vaksinasi penguat tersebut nantinya diproritaskan bagi kabupaten yang capaiannya hingga saat ini masih rendah. "Diutamakan kabupaten yang capaiannya masih belum maksimal," katanya.

Terkait stok vaksin yang tersedia di DIY, ia menjelaskan bakal melakukan pengecekan sebab berdasarkan informasi pasokan tambahan vaksin dari pemerintah pusat sudah dikirim ke provinsi ini.

"Sepertinya sudah dikirim dari pusat. Nanti saya cek," kata Sumadi yang juga Penjabat (Pj) Wali Kota Yogyakarta ini.

Tidak hanya vaksinasi, menurut dia, penerapan protokol kesehatan (prokes) di kalangan masyarakat juga digiatkan agar lebih tertib kembali.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes DIY Agus Priyanta menyebutkan vaksinasi penguat di DIY hingga Kamis (3/11) baru mencapai 43,78 persen dari total sasaran atau menjangkau 1.260.790 orang.

Menurut Agus, capaian vaksinasi penguat terbanyak tercatat di Kota Yogyakarta mencapai 103, 91 persen, disusul Kabupaten Sleman 47,5 persen, Gunung Kidul 37,36 persen, Kulon Progo 29,63 persen, dan terakhir Kabupaten Bantul 28,11 persen.

"Khusus untuk vaksinasi dosis kedua bagi lansia secara keseluruhan mencapai 78,12 persen," kata dia.

Sebelumnya, Ketua Kelompok Kerja Genetik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) dr. Gunadi memprediksi COVID-19 subvarian Omicron XBB sudah masuk Daerah Istimewa Yogyakarta sejak Oktober 2022.

Prediksi tersebut berdasar pada tren kasus harian COVID-19 di DIY yang meningkat beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan data Pemda DIY kasus harian COVID-19 mengalami peningkatan sejak pertengahan Oktober 2022 dengan menyentuh 50 kasus per hari hingga puncaknya pada 2 November 2022 yang mencapai 139 kasus dalam sehari.

Padahal, pada bulan-bulan sebelumnya, khususnya Agustus dan September 2022 rata-rata kasus baru masih pada kisaran 20-30 kasus per hari.

"Prediksi XBB masuk ke Yogyakarta Oktober, karena jumlah kasus meningkat (dibandingkan) periode Agustus-September," demikian Gunadi.

Baca juga: Satgas IDI ingatkan ancaman subvarian XBB dan XBC di Indonesia

Baca juga: Yogyakarta siap jika harus lakukan vaksinasi booster kedua

Baca juga: Kemenkes: Temuan varian XBB di Indonesia jadi 8 kasus

Baca juga: Yogyakarta ubah strategi layanan vaksinasi "booster" COVID-19