Cegah Warga Terjebak Pinjol dan Investasi Ilegal, Ini Strategi Pemkab Garut

Merdeka.com - Merdeka.com - Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman mengatakan, banyak warganya yang terjebak pinjaman online (pinjol) dan investasi ilegal. Atas kondisi tersebut, pemerintah memiliki kewajiban mengedukasi mereka akan bahaya.

Langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Garut adalah dengan mengedukasi para aparatur sipil negara (ASN) terkait hal tersebut. Setelahnya, mereka kemudian bisa menjadi agen sosialisasi dan mengedukasi warga akan bahaya pinjol dan investasi ilegal.

"Sehingga (nantinya) tidak (ada warga) terjebak dengan pinjaman online yang sangat mudah 24 jam cair kan gitu ya, dan investasi yang mungkin terbuai dengan keuntungan yang sangat besar," kata Helmi, Kamis (10/11).

Helmi menjelaskan, berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saat ini jumlah dana yang bergulir pada pinjol ilegal mencapai Rp123 triliun. Dengan dijadikannya para ASN sebagai agen sosialisasi bahayanya pinjol dan investasi ilegal, diharapkan hal tersebut mampu menghentikan hal yang tidak baik dan merugikan masyarakat.

“Rp123 triliun ini jumlah yang sangat besar, masyarakat tertipu dengan ini. Pinjol dan investasi ilegal itu banyak yang dirugikan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Industri Keuangan Non Bank dan Pasar Modal Kantor OJK Tasikmalaya, Dendy mengatakan bahwa saat ini cukup memang banyak warga yang terjebak pinjol dan investasi ilegal sehingga kemudian malah menyengsarakan mereka.

Oleh karena itu, ASN yang sudah diedukasi terkait hal tersebut bisa kembali menyampaikan bahayanya kepada masyarakat. “Biar nanti masyarakat tercerahkan bagaimana kalau mau investasi, investasi ditempat yang legal kalau mau pinjaman online juga ke yang legal,” kata Dendy.

Ia mengungkapkan bahwa pinjol ilegal tidak termasuk dalam pengawasan OJK. Oleh karena itu edukasi warga melalui para ASN menjadi sesuatu hal yang sangat diharapkan oleh pihaknya.

Saat ini, menurut Dendy, pinjaman online yang legal hanya ada 102. “Yang ilegal itu lebih dari 102. Itu yang kemasyarakat sekarang pinjaman pinjaman itu banyak melalui WA dan SMS. Dan agar masyarakat di kabupaten itu tercerahkan dengan adanya informasi ini,” tutupnya. [fik]