Cegukan Disebut Tanda Gejala Varian Baru COVID-19

Adinda Permatasari, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan varian baru COVID-19 lebih ganas daripada versi sebelumnya. Tetapi, pakar menyebut penularannya lebih cepat dan meluas pada anak-anak sehingga butuh dengan segera mengenali gejalanya. Apa gejala yang perlu diwaspadai?

Kepala Petugas Medis, Profesor Chris Whitty, mengatakan gejala dari varian baru tidak berbeda dengan varian yang sudah beredar. Menurut penelitian, cegukan bisa jadi merupakan pertanda. Beberapa studi kasus menunjukkan bahwa cegukan yang terus-menerus mungkin merupakan manifestasi COVID-19 yang langka dan tidak biasa.

Dalam studi kasus tahun 2020 baru-baru ini, seorang pria berusia 64 tahun ditemukan mengalami cegukan terus-menerus sebagai satu-satunya gejala COVID-19. Subjek penelitian mengunjungi klinik rawat jalan setelah mengalami cegukan selama 72 jam. Tes darah dan scan paru-paru dilakukan, mengungkapkan bukti infeksi paru-paru dan jumlah sel darah putih yang rendah. Subjek tersebut juga dinyatakan positif COVID-19.

Dalam studi kasus 2020 lainnya, seorang pria berusia 62 tahun ditemukan mengalami cegukan sebagai gejala COVID-19 varian baru. Subjek sempat mengalami cegukan selama empat hari sebelum menuju rumah sakit. Setelah masuk, pengujian lebih lanjut menunjukkan temuan serupa di paru-paru mereka, serta jumlah sel darah putih dan trombosit yang rendah. Dia juga dinyatakan positif COVID-19.

Tetapi, penting untuk dicatat bahwa cegukan menunjukkan efek samping COVID-19 yang berpotensi langka.

Kapan cegukan dianggap serius?

Cegukan seharusnya hanya berlangsung beberapa menit dan Anda biasanya bisa duduk agar cegukan hilang. Seringkali tidak ada alasan yang jelas mengapa seseorang mengalami cegukan, tetapi beberapa orang menemukan hal-hal tertentu yang memicu mereka seperti stres, emosi yang kuat seperti kegembiraan, dan makan dan minum.

Tetapi badan kesehatan menyarankan untuk menemui dokter umum jika cegukan Anda berlangsung lebih dari 48 jam atau sering kembali dan memengaruhi hidup Anda.

Sistem Kesehatan Nasional telah mencantumkan tiga gejala utama COVID-19 antara lain:

- Suhu tinggi, ini berarti Anda merasa panas untuk menyentuh dada atau punggung Anda (Anda tidak perlu mengukur suhu Anda)

- Batuk baru dan terus menerus, ini berarti batuk lebih dari satu jam, atau 3 atau lebih episode batuk dalam 24 jam (jika Anda biasanya batuk, mungkin lebih buruk dari biasanya).

- Kehilangan atau perubahan pada indera penciuman atau perasa Anda, ini berarti Anda telah memperhatikan bahwa Anda tidak dapat mencium atau merasakan apa pun, atau hal-hal yang berbau atau rasa berbeda dari biasanya.