Cek, 8 Obat Penyebab Berat Badan Naik

Liputan6.com, Jakarta Ketika Anda berobat di dokter, baca baik-baik efek samping obat yang diresepkan. Sebab ada obat-obatan tertentu yang diketahui bisa menambahkan berat badan.

"Tetapi bukan berarti jika Anda sakit, jadi tak minum obat. Karena sekalipun Anda tidak ingin gemuk, mintalah dokter untuk mengganti obat atau mencari solusi lainnya," kata Prudence Hall, MD, seorang ginekolog integratif di The Hall Center di Santa Monica, Calif.

Berikut ini merupakan obat-obatan yang umumnya diresepkan dan memiliki efek samping menikkan nafsu makan, dilansir dari Prevention.com:

1. Steroid

Obat steroid menyebabkan insomnia, peningkatan nafsu makan, dan retensi air. Obat yang termasuk golongan steroid yang menyebabkan penambahan berat badan yaitu prednison yang diresepkan untuk mengatasi gejala radang, alegi parah, arthritis, asma, masalah mata, masalah perut, dan gangguan darah.

"Flonase, obat steroid lainnya tidak langsung berhubungan dengan penambahan berat badan kecuali dengan dosis besar, itupun efeknya lebih sedikit dibandingkan obat oral" kata Rekha Kumar, M.D., asisten profesor farmasi di Weill Cornell Medical College.

Solusi: "Tanyakan pada dokter, dosis terkecil dan tercepat yang dapat Anda ambil," ujar dr. Shilpi Agarwal, M.D., dewan sertifikasi kedokteran keluarga di Washington, DC. Jika tetap harus meminum steroid, utamakan tidur efektif - untuk mengurangi dampak insomnia, yang memicu nafsu makan.

 

2. Antidepresan

Ilustrasi/copyright shutterstock.com/megaflopp

Inhibitor serotonin - seperti Prozac, Zoloft, dan Paxil - menjadi penyumbang kenaikan berat badan terbesar. Obat tersebut menghambat reseptor otak yang berfungsi menyerap serotonin yang memberi dampak menenangkan. Selain dampak positif tersebut, ditemukan bahwa obat ini juga meningkatkan nafsu makan terutama akan karbohidrat.

Solusi: Konsultasikan ke dokter untuk mendapat obat dengan efek kenaikan berat badan paling minim. Dr. Agarwal mengungkapkan bupropion (nama dagang, Wellbutrin) adalah pilihan terbaik.

3. Antipsikosis

Menurut penelitian tahun 2017 yang di rilis di jurnal Neuropsychiatric Disease and Treatment, hampir semua jenis obat antipsikosis - seperti olanzapine, clozapine, dan risperidone yang biasanya digunakan untuk mengobati pasien schizoprenia dan psikosis - menyebabkan kenaikan berat badan.

Solusi: mengganti obat atau dokter merekomendasikan ahli terapi yang dapat membantu mengatur gejala kenaikan berat badan melalui terapi kebiasaan kognitif atau ahli diet untuk membantu mengatur perubahan gaya hidup.

4. Kontrasepsi

Beberapa kontrasepsi seperti suntik, meningkatkan hormon progesteron yang menambah nafsu makan.

Solusi: Ada banyak pilihan kontrasepsi yang non-hormonal (contohnya IUD) yang tidak menyebabkan penambahan berat badan.

 

5. Penghambat Beta dan angiotensin

Ilustrasi/copyright shutterstock.com/Have a nice day Photo

Berdasarkan penelitian tahun 2016 yang diterbitkan di jurnal Cell Reports menemukan bahwa penghambat reseptor angiotensin dapat memperlambat metabolisme dan berkontribusi terhadap obesitas.

Solusi: Obat ini diresepkan bagi penderita tekanan darah tinggi. Karena obatnya tidak dapat diganti, sebaiknya melakukan pencegahan sejak dini, " Makan banyak sayuran, rendah gula dan banyak berolahraga dan tidur," jelas Dr. Hall

6. Antihistamin

Obat anti alergi ini memberi efek samping penambahan berat badan. "Kami masih tidak tau alasan pastinya. Kami pikir karena obat ini menghambat produksi histamin dalam tubuh sehingga dapat membuat kita merasa kelaparan," ungkap Dr. Agarwal.

Solusi: Hindari penyebab Anda alergi, misalnya dengan menjaga kebersihan, tidak mengonsumsi makanan yang alergen, dan sebagainya. Meski tidak selalu dapat dihindari, Anda dapat mengganti obat oral dengan obat semprot jika ruam akibat alergi hanya satu bagian kecil, belum menyebar ke seluruh tubuh.

7. Obat pencegah migrain

Ada beragam jenis obat mencegah migrain, beberapa diantaranya menyebabkan penambahan berat badan (Contohnya: antidepresan trisiklik, bersama dengan obat anti kejang dan obat tekanan darah).

Solusi: Jika bisa, minta obat lain yang tidak memiliki efek penambahan berat badan. Jika tidak, temukan penyebab migrain dan hindari penyebabnya (misal hindari minum red wine).

8. Obat-obatan diabetes

Salah satu efek samping obat diabetes adalah penambahan berat badan. Ketika Anda makan melebihi jumlah kalori yang dibutuhkan per hari, tubuh akan mengambil glukosa berlebih dan mengubahnya menjadi lemak.

Solusi: Buat rencana asupan kalori dan latihan fisik. Atau meminta mengganti obat lain, misalnya metformin yang dapat diminum sendiri atau dengan insulin untuk menjaga berat badan tetap normal.

Simak juga video menarik berikut ini: