Cek di Sini, Seberapa Banyak Data Pengguna yang Dikumpulkan Facebook

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bukan rahasia lagi kalau Facebook mengumpulkan berbagai data pribadi dan data pengguna. Namun, para pengguna tak sepenuhnya menyadari seberapa banyak informasi mereka yang dikumpulkan oleh Facebook.

Kini pengguna bisa mengetahui data pribadi apa saja yang dikumpulkan oleh Facebook.

Hal ini bisa diketahui seiring dengan Apple yang telah memperkenalkan persyaratan baru mengenai transparansi informasi bagi aplikasi-aplikasi yang ada di App Store, termasuk Facebook.

Singkatnya, aplikasi-aplikasi yang dipasarkan di App Store harus mencantumkan izin dan data pribadi apa saja yang dikumpulkan si pengembang dari penggunanya, begitu juga dengan aplikasi Facebook.

Informasi ini pertama dicuitkan oleh Pengembang iOS Noah Evans. Melalui tweet-nya di akun @ThisIsNoahEvans, ia membagikan sebuah video hasil tangkapan layar (screen record) yang menunjukkan seberapa banyak informasi data pengguna dan izin yang diminta aplikasi Facebook di perangkat iOS milik penggunanya.

Parahnya, dari screen record tersebut, cukup banyak informasi dan izin yang disyaratkan Facebook agar pengguna bisa memakai aplikasi mereka.

Data Apa Saja yang Diakses Facebook?

Facebook (LOIC VENANCE / AFP)
Facebook (LOIC VENANCE / AFP)

Berdasarkan pantauan Tekno Liputan6.com di App Store Apple, Rabu (23/12/2020), pengembang membuat rincian privasi aplikasi apa saja yang diakses Facebook.

Rinciannya berdasarkan tujuan, antara lain adalah:

1. Data yang digunakan untuk melacak pengguna: Adalah data yang dipakai untuk melacak pengguna.

Misalnya informasi kontak seperti nama, alamat, email, nomor telepon, ID pengguna, dan ID perangkat.

2. Data yang ditautkan ke pengguna, yakni data yang mungkin dikumpulkan dan ditautkan ke identitas pengguna.

Data ini bisa dipakai untuk tujuan seperti: iklan pihak ketiga, antara lain data riwayat pembelian, informasi keuangan, lokasi tepat dan perkiraan, informasi kontak, kontak, konten pengguna baik foto atau video dan lainnya, riwayat pencarian, riwayat penelusuran, ID pengguna dan perangkat, interaksi produk hingga data iklan, data performa dan kerusakan, serta jenis data lainnya.

3. Iklan atau pemasaran pengembang. Meliputi data riwayat pembelian, informasi keuangan, informasi kontak, kontak, konten pengguna, riwayat pencarian dan penelusuran, ID pengguna dan perangkat, interaksi produk dan iklan, diagnostik performa dan kerusakan, dan jenis data lainnya.

4. Analitik Data

Ilustrasi Facebook (Foto: New Mobility)
Ilustrasi Facebook (Foto: New Mobility)

Data yang diakses meliputi data kesehatan dan kebugaran, riwayat pembelian, informasi keuangan, lokasi, informasi kontak, kontak, konten pengguna, riwayat pencarian dan penelusuran, ID pengguna dan perangkat, interaksi produk dan iklan, informasi sensitif, diagnostik kerusakan dan performa, dan jenis data lainnya.

5. Personalisasi Produk

Data yang diakses, meliputi data riwayat pembelian, informasi keuangan, lokasi, kontak, konten pengguna, riwayat pencarian dan penelusuran, data iklan, informasi sensitif, diagnostik, hingga jenis data lainnya.

6. Fungsi app

Jenis data yang dikumpulkan meliputi data kesehatan dan kebugaran, pembelian, informasi keuangan, lokasi, informasi kontak, kontak, konten pengguna (email, pesan teks, foto, video, audio, gameplay, dukungan pelanggan, konten lainnya), riwayat pencarian dan penelusuran, ID perangkat dan pengguna, data produk dan iklan, informasi sensitif, diagnostik kerusakan dan performa, serta jenis data lainnya.

7. Tujuan lainnya

Sejumlah informasi data pengguna yang diakses Facebook (Foto: Screen capture App Store)
Sejumlah informasi data pengguna yang diakses Facebook (Foto: Screen capture App Store)

Meliputi data pembelian, informasi keuangan, lokasi, informasi kontak, konten pengguna, pencarian dan penelusuran, pengenal, data produk dan iklan, diagnostik, dan jenis data lainnya.

Secara singkat, Facebook bisa dibilang mengakses informasi kontak, pengenal, dan data lainnya.

Facebook juga bisa mengumpulkan data kesehatan dan kebugaran, pembelian, informasi keuangan, lokasi, kontak, konten pengguna, riwayat pencarian dan penelusuran, pengenal, data penggunaan, informasi sensitif, diagnostik, dan data lainnya.

Melihat begitu banyaknya data yang diakses Facebook, kini semuanya diserahkan ke pengguna.

Apakah masih mau memakai Facebook dengan konsekuensi data-data diatas diakses dan dikumpulkan oleh Facebook atau kalau tidak mau, pengguna bisa dengan bebas menghapus aplikasi Facebook.

(Tin/Ysl)