Cek Fakta: Belum Terbukti Campuran Jeruk Nipis, Madu, dan Minyak Kayu Putih dapat Sembuhkan Covid-19

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com menemukan klaim resep untuk menyembuhkan Covid-19 dengan meminum campuran jeruk nipis, madu, minyak kayu putih dan juga segelas air putih yang diisi penuh.

Dalam video, ditampilkan bahwa seseorang sedang meracik tiga bahan tersebut dengan takaran satu sendok makan madu, satu jeruk nipis, dan 4 kali tetes minyak kayu putih.

Kemudian video diikuti dengan keterangan “Salah satu ikhtiar selain obat2an dan therapy lain nya” yang disertai dengan berbagai tanda pagar (tagar), salah satunya adalah #obatcovid.

Klaim yang berupa video ini telah diunggah lewat platform TikTok pada 27 Desember 2020 dan mendapat 213,4 ribu views serta telah dibagikan sebanyak 1.402 kali setelah diunggah.

Namun, benarkah informasi terkait resep campuran jeruk nipis, madu, dan minyak kayu putih dapat menyembuhkan Covid-19?

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim terkait resep campuran jeruk nipis, madu, dan minyak kayu putih dapat menyembuhkan Covid-19, dengan menghubungi Farmakolog sekaligus guru besar dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Zullies Ikawati.

Zullies menyatakan, klaim resep campuran jeruk nipis, madu, dan minyak kayu putih akan menyembuhkan Covid-19 belum terbukti secara ilmiah.

"Yang jelas kalau pertanyaannya apakah bisa menyembuhkan Covid, maka jawabannya adalah belum ada bukti ilmiahnya," ucap Zullies ketika dihubungi Liputan6.com, Sabtu (25/9/2021).

Zullies juga mengungkapkan, jika ketiga bahan tersebut digunakan secara terpisah, akan memberikan manfaat yang bagus untuk kesehatan.

"Tetapi tidak bisa diklaim secara spesifik untuk Covid-19," ucapnya.

Hal yang harus masyarakat perhatikan yaitu penggunaan minyak kayu putih yang dikonsumsi dengan cara meminumnya.

"Minyak kayu putih itu peruntukannya tidak untuk diminum," kata Zullies.

Ia juga mempertegas, minyak kayu putih yang termasuk pada golongan minyak atsiri, biasanya dikonsumsi sebagai aromaterapi. Artinya, penggunaannya dengan cara dihirup dan dioleskan. Jika dikonsumsi dengan cara meminumnya secara berlebihan, dapat menyebabkan iritasi terhadap selaput lendir.

Penelusuran juga mengarah pada artikel yang berjudul "Cek Fakta Kesehatan: Minyak Kayu Putih Bisa Obati COVID-19?" yang dimuat oleh Liputan6.com pada 28 Juni 2020.

Artikel tersebut mengatakan, terdapat klaim dengan menuangkan minyak kayu putih secukupnya di jari dan meletakkannya di tengah lidah selama 3 hingga 4 kali dalam sehari, dapat menangani orang yang positif Covid-19.

Setelah dilakukan penelusuran, nyatanya informasi mengenai minyak kayu putih yang terbuat dari eucalyptus dapat menyembuhkan virus Sars-CoV-2, penyebab Covid-19, belum diteliti.

Eucalyptus memang bersifat antivirus dan juga antibakteri. Namun, penelitian yang menyatakan hal tersebut tidak dilakukan pada kandungan eucalyptus pada minyak kayu putih, melainkan pada minyak atsiri lainnya yang sama-sama mengandung eucalyptus. Virus yang dibunuh pada penelitian tersebut pun bukanlah virus Sars-CoV-2, penyebab Covid-19.

Selain itu, penelusuran Cek Fakta Liputan6.com juga mengarah kepada artikel yang bertajuk "Cek Fakta: Tidak Ada Bukti Air Kelapa Dicampur Jeruk Nipis dan Garam Manjur Menyembuhkan Penderita Covid-19" yang dimuat oleh Liputan6.com pada 16 Agustus 2020.

Artikel tersebut menyatakan, klaim campuran air kelapa dengan jeruk nipis dan garam akan manjur menyembuhkan Covid-19, dinyatakan belum terbukti secara klinis.

Zullies juga mengatakan, untuk menemukan obat Covid itu bukanlah hal yang mudah dan harus melakukan penelitian mendalam untuk membuktikannya.

Kesimpulan

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com menyatakan, klaim resep campuran jeruk nipis, madu, dan minyak kayu putih dapat menyembuh Covid-19, belum terbukti secara ilmiah.

Jika ketiga bahan tersebut digunakan secara terpisah, akan memberikan manfaat yang bagus untuk kesehatan. Namun, tidak spesifik untuk menyembuhkan Covid-19.

Penulis: Amadea Claritta

banner cek fakta unproven (Liputan6.com/Triyasni)
banner cek fakta unproven (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel