Cek Fakta: Belum Terbukti Ramuan Herbal Bandrek Sebagai Obat Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com menemukan klaim ramuan herbal yang digunakan untuk membuat bandrek disebut sebagai obat Covid-19. Dengan kata lain, ramuan herbal ini dapat mencegah seseorang dari infeksi Covid-19.

Klaim berupa video tersebut menampilkan sebuah rebusan campuran bahan-bahan herbal pembuat bandrek dan dilengkapi dengan narasi sebagai berikut:

Mommy matthew masak bandrek cek 😎Bahan-bahannya:

Kulit kayu manis, cengkeh, lada hitam, sereh, jahe merah, gula merah, daun pandan satu lembar, buah palah.

Minumnya tambah kental manis sedikit 🤤 Obat herbal anti covid-19

Selain itu, video juga diikuti dengan keterangan “obat herbal anti covid, markicob 🤤” yang disertai dengan berbagai tanda pagar (tagar), salah satunya adalah #obatcovid.

Klaim tersebut telah diunggah lewat platform TikTok pada 14 Agustus 2021 dan mendapat 474 views serta telah dibagikan sebanyak 13 kali setelah diunggah.

Namun, benarkah informasi terkait ramuan herbal bandrek dapat disebut sebagai obat Covid-19?

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com telah menelusuri klaim ramuan herbal pembuat bandrek yang disebut sebagai obat anti Covid-19, dengan menghubungi seorang farmakolog sekaligus guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Zullies Ikawati. Ia mengatakan, klaim terkait hal tersebut belum terbukti secara ilmiah.

"Tidak bisa diklaim sebagai herbal anti Covid-19 sebelum ada bukti yang diperoleh dengan desain yang sistematis," ucap Zullies ketika dihubungi Liputan6.com, Rabu (29/9/2021).

Uji secara sistematis yang dimaksud, yaitu uji yang menggunakan jumlah subjek yang cukup untuk membandingkan angka kesembuhan dari orang yang mengonsumsi ramuan tersebut dengan yang tidak.

"Dengan begitu, kita tidak bisa mengambil kesimpulan apapun. Kalau sekedar testimoni tidak bisa dianggap sebagai bukti ilmiah," ucap Zullies.

Penelusuran juga mengarah kepada artikel berjudul "Jahe Merah, Ampuh Cegah Corona?" yang dimuat situs Liputan6.com pada 3 April 2020.

Artikel tersebut menyebutkan, jahe merah yang merupakan salah satu kandungan dari ramuan herbal bandrek tersebut bukanlah antivirus.

Masteria Yunovilsa Putra, Kepala Kelompok Penelitian Center for Drug Discovery and Development dari Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan, sampai saat ini belum ada bukti yang melaporkan penggunaan jahe merah sebagai antivirus, khususnya virus Corona SARS-CoC-2.

Kesimpulan

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com menyatakan, klaim terkait ramuan herbal bandrek yang disebut sebagai obat anti Covid-19, belum terbukti secara ilmiah.

Perlu adanya uji secara sistematis, di mana menggunakan jumlah subjek yang cukup untuk membandingkan angka kesembuhan dari orang yang menggunakan dan tidak menggunakan ramuan tersebut.

Penulis: Amadea Claritta

banner cek fakta unproven (Liputan6.com/Triyasni)
banner cek fakta unproven (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel