Cek Fakta: Beredar Lagi Tulisan Palsu Pernyataan Jack Ma tentang Jokowi yang Tidak Menanggapi Serius Hujatan dari Pembencinya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Cek Fakta Liputan6.com mendapati tulisan berupa pernyataan pendiri e-commerce raksasa Alibaba Group Jack Ma tentang Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak menanggapi serius hujatan dari pembencinya.

Tulisan pernyataan Jack Ma tentang Jokowi yang tidak menanggapi serius hujatan dari pembencinya tersebut diunggah akun Facebook Muhaimin El Abdullah, pada 13 November 2020.

Berikut isinya:

"#Owner Alibaba Corporation Jack Ma bilang :Mungkin Manusia Paling Bahagia itu Presiden Indonesia...

Bagaimana bisa dia bilang begitu...?

Menurutnya, dia sering memantau postingan orang di sosmed tentang "Jokowi", dan walaupun begitu buruknya hujatan terhadap Jokowi, tapi tidak pernah ditanggapi serius oleh Jokowi.

Kalau itu terjadi di Tiongkok, orang tersebut sudah mati didepan regu tembak.

Ini bukan karena Presiden Tiongkok tidak suka dikritik dan dihujat, tapi integritas dan reputasinya harus dijaga.

Mencintai Presiden, adalah bagian dari mencintai Negara.

"Kita tidak bisa membiarkan sebagian orang seenaknya menghujat Presiden, hanya karena dia tidak sepaham/sependapat dengan Pemerintah".

"Kalau itu dibiarkan, maka kehormatan bangsa akan hancur, dan dampaknya kalau terus dibiarkan akan lahir generasi pembenci".

Tulisan tersebut disertai dengan foto Jack Ma menemui Jokowi, sebelum menghadiri upacara penutupan Asian Games 2018,

Benarkah pernyataan pendiri Jack Ma tentang Jokowi yang tidak menanggapi serius hujatan dari pembencinya? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri informasi pernyataan Jack Ma tentang Jokowi yang tidak menanggapi serius hujatan dari pembencinya menggunakan Google Search dengan kata kunci 'Jack Ma Mungkin Manusia Paling Bahagia itu Presiden Indonesia'.

Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "[Cek Fakta] Jack Ma Sebut Kalau di Tiongkok Penghujat Jokowi Sudah Ditembak Mati?" yang dimuat situs liputan6.com, pada 10 September 2018.

Artikel situs liputan6.com tersebut mengulas tentang pernyataan Jack Ma tentang Jokowi yang tidak menanggapi serius hujatan.

Artikel situs liputan6.com menyebutkan, tulisan pernyataan Jack Ma tentang Jokowi disertai dengan foto Jack Ma saat mengunjungi Presiden Jokowi sebelum menghadiri upacara penutupan Asian Games 2018, ini mengimplikasikan bahwa pernyataan Jack Ma itu dikeluarkan saat dirinya berada di Indonesia.

Namun setelah melakukan penelusuran dengan mesin pencari, tidak ditemukan satupun berita dari sumber yang kredibel yang menuliskan pernyataan Jack Ma tersebut. Pernyataan Jack Ma yang banyak ditemukan adalah tentang apresiasinya akan penyelenggaraan Asian Games 2018 dan ketertarikannya mengembangkan dunia e-commerce di Indonesia.

Hasil penelusuran selanjutnya pun menemukan bahwa tulisan tersebut ternyata sudah lama beredar, jauh sebelum Jack Ma datang ke Indonesia. Ditemukan sebuah tulisan yang diunggah akun Facebook bernama Erizeli Jely Bandaro pada tanggal 12 Oktober 2017, yang isinya sama persis dengan tulisan viral Jack Ma tersebut. Yang membedakan hanyalah, tulisan tersebut tidak mencatut nama Jack Ma, melainkan menggunakan subyek "Teman saya di China".

Hukuman mati untuk penghujat Presiden di Tiongkok

Menurut situs deathpenaltyworldwide.org milik Cornell Law School, terdapat beberapa tindak kriminal yang dapat dijatuhi hukuman mati di Tiongkok.

Tindak kriminal tersebut antara lain: pembunuhan, kejahatan lain yang berujung kematian, terorisme, pemerkosaan, penodongan, penculikan, perampokan, perdagangan narkoba, korupsi dan penyuapan dalam jumlah besar, dan upaya makar.

Dari daftar tersebut tidak ditemukan tindak kriminal penghinaan Presiden, dengan demikian secara hukum kasus penghinaan Presiden tidak dapat dituntut hukuman mati seperti yang tertulis dalam tulisan viral di atas.

Kesimpulan

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, tidak terbukti Jack Ma mengeluarkan pernyataan tentang Jokowi yang tidak menanggapi serius hujatan pembencinya.

Secara hukum kasus penghinaan Presiden tidak dapat dituntut hukuman mati seperti yang tertulis dalam tulisan viral di atas.

banner cek fakta unproven (Liputan6.com/Triyasni)
banner cek fakta unproven (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.