Cek Fakta: Hoaks Judul Berita Pakar Usulkan PPKM Darurat Diperpanjang Hingga Dalang Pembunuhan Munir Ditangkap

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan tangkapan layar berita terkait PPKM Darurat yang diusulkan diperpanjang sampai dalang pembunuhan Munir ditangkap. Postingan itu ramai dibagikan pada awal pekan ini.

Salah satu yang mempostingnya adalah akun bernama Outcast. Dia mengunggahnya di Facebook pada 18 Juli 2021.

Dalam postingannya terdapat tangkapan layar berita dari Detik.com berjudul "Pakar Mengusulkan PPKM Darurat Diperpanjang Sampai Dalang Pembunuhan Munir Ditangkap"

Tangkapan layar itu juga dilengkapi tanggal tayangnya yakni Rabu, 14 Juli 2021 pukul 08.37 WIB.

Selain itu akun tersebut juga menambahkan narasi: "Usul yang ........"

Lalu benarkah postingan tangkapan layar berita terkait PPKM Darurat yang diusulkan diperpanjang sampai dalang pembunuhan Munir ditangkap?

Penelusuran Fakta

CEK FAKTA Liputan6 (Liputan6.com/Abdillah)
CEK FAKTA Liputan6 (Liputan6.com/Abdillah)

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan memasukkan kata kunci "Pakar Usul PPKM Darurat" di mesin pencarian Google.

Hasilnya penelusuran mengarah pada artikel dari Detik.com berjudul "Pakar Usul PPKM Darurat Diperpanjang sampai Agustus."

Artikel itu sendiri tayang pada Rabu, 14 Juli 2021 pada pukul 08.37 WIB atau identik dengan postingan yang diunggah di Facebook.

Berikut isi artikelnya:

"Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengisyaratkan PPKM darurat diperpanjang 6 minggu. Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman, setuju PPKM darurat diperpanjang hingga Agustus."Dan memang sudah seminggu ini (PPKM darurat) kita belum efektif signifikan menurunkan infeksi, kematianm maupun angka reproduksi dan juga pertumbuhannya, jadi menurut saya setidaknya ini (PPKM darurat) sampai akhir Agustus lah," ujar Dicky Budiman lewat pesan suara kepada detikcom, Selasa (13/7/2021).

Dicky menyebut perpanjangan ini bisa diterapkan di Pulau Jawa. Evaluasi perpanjangan PPKM dapat dilihat pada pertengahan Agustus.

"Prediksi saya sih sampai akhir Agustus kita masih memerlukan PPKM darurat ini dan bicara PPKM darurat ini kan bukan lockdown. Kalau lockdown rata-rata 2 kali masa inkubasi paling cepat sebulan ya rata-rata sih 6 minggu juga," tuturnya.

Dicky mengevaluasi penerapan peraturan PPKM darurat sejauh ini. Selain itu, kemampuan testing dan tracing pemerintah dinilai jauh dari standar.

"Sebagai contoh di testing ini belum naik malah menurut saya belum mengarah kepada target yang ditetapkan. Itu kelemahan kita," imbuh Dicky.

"Kita bagus di kertas tapi buruk diimplementasi ini yang berbahaya. Jadi bicara testing dan tracing itu strategi yang sangat fundamental. Itu yang menyebabkan (kondisi pandemi) kita memburuk," lanjutnya.

Dicky menuturkan penambahan kasus Corona di Tanah Air masih tinggi, begitu pula tingkat kematian. "Kita tidak bisa menemukan kasus-kasus dan mencegah kasus-kasus ini karena 3T (testing, tracing, treatment) buruk," tutupnya.

Kasus Corona Harian Pecah Rekor

Kasus harian COVID-19 di Indonesia pecah rekor lagi. Kemarin (13/7), dilaporkan ada tambahan 47.899 kasus positif COVID-19 di Indonesia.

Dengan tambahan 47.899 kasus baru, jumlah total kasus COVID-19 di Indonesia sejak Maret 2020 hingga hari ini menjadi 2.615.529.

Di antara 2.615.529 total kasus terkonfirmasi Corona itu, terdapat 407.709 kasus aktif (belum sembuh atau meninggal dunia).

Kemudian, ada 20.123 orang yang sembuh dari COVID-19 dalam seharian ini. Dengan demikian, jumlah total orang yang sembuh dari COVID-19 menjadi 2.139.601 orang.

Kabar duka. Ada 864 orang meninggal dunia dalam seharian ini. Total angka kematian COVID-19 di Indonesia menjadi 68.219 orang.

Isyarat Sri MulayaniKabar perpanjangan PPKM diungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat rapat bersama Banggar DPR RI Senin (12/7).

"PPKM darurat selama 4-6 minggu dijalankan untuk menahan penyebaran kasus. Mobilitas masyarakat diharapkan menurun signifikan," tulis bahan paparan Sri Mulyani.

Tanda-tanda PPKM darurat bakal diperpanjang karena varian Delta yang makin ganas. Sri Mulyani menyebut pihaknya akan kembali melakukan realokasi dan refocusing tahap III untuk mendukung pendanaan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 31 triliun.

"Kita sedang mengidentifikasi sekitar mungkin Rp 26 triliun dan Rp 5 triliun dari TKDD. Kami akan menyelesaikan dalam bulan ini tentu melihat perkembangan COVID-19," kata Sri Mulyani.

Target Kasus Corona di Bawah 30 Ribuan

Pemerintah punya target untuk menekan laju penularan Corona. Pemerintah menargetkan kasus harian COVID-19 di Indonesia turun di bawah 30 ribu.

"Kita mencoba supaya betul-betul kalau bisa kasus ini jangan lebih dari 30 ribuan tapi dari 3 hari terakhir ini kita lihat sudah berkisar selalu bermain di antara 33, 34, 38 mundur lagi seterusnya. Tapi kasus kesembuhan meningkat banyak kita lihat, jadi kami berharap minggu depan mungkin kalau semua sudah berjalan disiplin akan mulai flattening atau mulai akan merata dan kemudian kita harap nanti cenderung akan terkendali," kata Koordinator PPKM Darurat sekaligus Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan."

Sumber:

https://news.detik.com/berita/d-5642626/pakar-usul-ppkm-darurat-diperpanjang-sampai-agustus

Kesimpulan:

banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)
banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)

Postingan tangkapan layar berita terkait PPKM Darurat yang diusulkan diperpanjang sampai dalang pembunuhan Munir ditangkap adalah tidak benar. Faktanya judul dalam artikel tersebut telah disunting.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Simak Video Pilihan Berikut Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel