Cek Fakta: Hoaks Kabar Megawati Soekarnoputri Sakit dan Dirawat di RS pada 10 September 2021

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri sakit dan dirawat di rumah sakit beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 10 September 2021.

Akun Facebook tersebut mengunggah gambar tangkapan layar postingan twitt dengan tautan berita berjudul "Dikabarkan Sakit, Rumah Megawati Dijaga Ketat Petugas Bersenjata".

"MEGAWATI sekarat ruamh ya di jaga ketas .. Umur ya MEGAWATI pun sudah 85," tulis akun Facebook tersebut.

Konten yang disebarkan akun Facebook itu telah 6 kali dibagikan dan mendapat 114 komentar warganet.

Benarkah kabar Megawati Soekarnoputri sakit hingga dirawat di RS? Berikut penelusurannya.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri sakit dan dirawat di rumah sakit. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "megawati sakit" di kolom pencarian Google Search.

Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah kabar tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Megawati Heran Diisukan Sakit: Menurut Saya Hoaks yang Berlebihan" yang dimuat situs Liputan6.com pada 10 September 2021.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengaku heran kepada pihak-pihak yang menebar hoaks atau berita bohong terkait dirinya yang tengah sakit. Dia menegaskan saat ini dalam kondisi sehat dan masih aktif menjalankan tugas sebagai Ketum PDIP.

Hal ini disampaikan Megawati saat menghadiri pembukaan kegiatan Sekolah Partai Pendidikan untuk Kader Madya secara virtual, Jumat (10/9/2021). Dia didampingi kader PDIP Olly Dondokambey dari kediamannya di Jalan Teuku Umar Jakarta.

"Saya sendiri sampai berpikir kok ada saja ya orang," ucap Megawati sebagaimana ditayangkan di Youtube PDI Perjuangan, Jumat.

Bahkan, kata dia, ada mantan menterinya yang mengirimkan gambar seolah-olah sosok Megawati tengah terbaring sakit di Rumah Sakit. Mantan menteri ini pun meminta sekretaris Megawati agar kondisi Presiden ke-5 RI itu tak ditutup-tutupi.

"Saya bilang sama sekretaris saya kamu ndak usah ngamuk-ngamuk lah. Biarkan sajalah orang. Sampai saya bilang, kita ini kan ada yang punya serahkan saja sama yang punya, kalau mereka sendiri mungkin lupa sampai bisa membuat hoaks yang sangat mengarah kepada kita. Kalau menurut saya sesuatu berlebihan," jelasnya.

Megawati menceritakan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pun sampai jengkel mendengar kabar hoaks yang beredar. Oleh sebab itulah, Megawati diminta tampil di media untuk membuktikan ke publik bahwa dirinya dalam kondisi sehat dan tak sakit.

"Alhamdulillah saudara sekalian, anak-anakku, dan termasuk rekan-rekan pers yang juga banyak menanyakan kondisi saya beberapa hari lalu. Makanya saya disuruh mejeng ya beginilah saya masih tetap aktif," ujar Megawati.

Kendati begitu, dia menyampaikan terima kasih atas doa baik dan perhatian yang diberikan masyarakat kepadanya. Megawati pun sempat terisak saat menyampaikan hal tersebut.

"Alhamdulillah, saya dalam keadaan sehat walafiat, tidak kurang suatu apa pun. Terima kasih atas perhatian dan doa'nya," kata dia.

Sementara itu, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyayangkan hoaks yang menyatakan bahwa Megawati tengah sakit. Dia mengingatkan semua pihak untuk tak asal menebar fitnah.

"Hari ini juga Ibu Mega dalam keadaan sehat, maka ini Alhamdullilah. Betul? Karena tradisi Bu Mega, saya jelaskan dalam pers rilis, sosok yang menjiwai, dan menangkap api semangat Bung Karno," tutur dia.

"Ibu tersenyum begitu cantik, memberikan semangat kita semuanya," sambung Hasto.

Kesimpulan

Kabar tentang Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri sakit dan dirawat di rumah sakit ternyata tidak benar alias hoaks.

Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel