Cek Fakta: Hoaks Kabar Suku Dayak Usir Rencana Bangun Ibu Kota Negara di Kalimantan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang suku dayak mengusir rencana pembangunan ibu kota negara di Kalimantan beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 8 September 2021.

Akun tersebut mengunggah gambar berisi narasi sebagai berikut:

"Hari ini 7 September 2021 suku Dayak usir Rencana bangun ibu kota negara pindah ke Kalimantan. rencana kodok gagal total krn seluruh Kalimantan akan di jaga Suku dayak usir ASENG 2!!!!!"

Dalam gambar itu juga terdapat potongan video dengan narasi "Suku Dayak Kalimantan mulai bergerak mengusir warga asing, sekarang bukan masalah isu agama tapi sudah *NKRI*"

"Alhamdulillah 馃げ," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 101 kali dibagikan dan mendapat 76 komentar warganet.

Benarkah suku dayak mengusir rencana pembangunan ibu kota negara di Kalimantan? Berikut penelusurannya.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar suku dayak mengusir rencana pembangunan ibu kota negara di Kalimantan. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "suku dayak usir rencana pembangunan ibu kota negara".

Hasilnya tidak ditemukan informasi valid mengenai kabar tersebut. Penelusuran kemudian dilakukan dengan memasukkan kata kunci "suku dayak kalimantan mulai bergerak mengusir warga asing" di kolom pencarian Google Search.

Hasilnya ditemukan video yang memuat berita warga Kalimantan Barat mengusir tenaga kerja asing. Video tersebut berjudul "Ratusan Warga di Kalimantan Barat Usir Tenaga Kerja Asing" yang dimuat channel YouTube Official iNews pada 19 September 2020.

Berikut gambar tangkapan layarnya:

Referensi:

https://www.youtube.com/watch?v=Um4NQ8ukQW4

Kesimpulan

Kabar tentang suku dayak mengusir rencana pembangunan ibu kota negara di Kalimantan ternyata tidak benar alias hoaks. Faktanya, tidak ada informasi valid terkait kabar tersebut.

Penulis: Geiska Vatikan Isdy

banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)
banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel