Cek Fakta: Hoaks Pasien COVID-19 RS Persahabatan Sembuh karena Berjemur, Mengkonsumsi Telur Hingga Vitamin C

Liputan6.com, Jakarta Viral kabar pengalaman pasien COVID-19 yang sembuh setelah diisolasi di Rumah Sakit (RS) Persahabatan.

Dalam kabar tersebut disebutkan beberapa perawatan yang diberikan pihak rumah sakit, sehingga pasien berhasil pulih. Perawatan yang diterapkan di antaranya adalah dengan berjemur langsung dibawah sinar matahari selama 15 menit, mengkonsumsi telur hingga vitamin C

Kabar tentang pengalaman pasien COVID-19 sembuh tersebar di jejaring sosial WhatsApp, berikut kabar tersebut:

"PENTING DIKETAHUI:

Info dari pasien positip kena Virus Corona yg diisolasi di RS Persahabatan dan dinyatakan sembuh/boleh pulang, menceritakan pengalamannya:

Setiap hari kami semua dikasih:

1. Vitamin C-1000

2. Vitamin E

3. Antara jam 10:00 - 11:00 berjemur langsung dibawah sinar matahari selama 15 menit.

4. Telur satu butir

5. Banyak minum air putih minimum 1,5 lt per hari dan setiao makan harus minum yang hangat (jangan dingin/es).

Cuma itu yang kami kerjakan setiap hari dirumah sakit, cuma makan vitamin dan minum air putih."

Benarkah pasien COVID-19 di RS Persahabatan bisa sembuh dengan berjemur, mengkonsumsi telur hingga vitamin C? Simak Penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim Pasien COVID-19 di RS Persahabatan bisa sembuh dengan berjemur di bawah sinar matahari menggunakan Google Search dengan kata kunci 'berjemur sembuhkan pasien virus Corona'.

Hasil pencarian mengarah pada artikel berjudul "CEK FAKTA: Hoaks Pasien Covid-19 Sembuh Karena Rajin Berjemur Hingga Makan Telur", dimuat situs merdeka.com, pada 31 Maret 2020.

Dalam artikel tersebut, Direktur Utama RS Persahabatan Rita Rogayah menjelaskan bahwa informasi itu tidak benar.

"hoax.. psn (pasien) diruang isolasi tidak mungkin keluar dari kamar, tidak mungkin berjemur," kata Rita, kepada merdeka.com, Selasa (31/3).

Artikel "Cek Fakta: Klaim Tujuh Informasi Penting soal Corona COVID-19, Faktanya?" yang dimuat situs liputan6.com, pada 25 Maret 2020 menyatakan, berdasarkan bukti sejauh ini, virus corona baru bisa ditularkan di semua area, termasuk area yang memiliki cuaca panas dan lembab, demikian menurut WHO.

 

Berjemur Tidak Membunuh Virus Corona?

Kabar bahwa berjemur bisa membunuh virus corona pemicu COVID-19 beredar di sejumlah negara.

Dalam artikel berjudul, Can sun exposure kill the novel coronavirus? yang dimuat China Daily pada 8 Februari 2020 disebutkan, hal itu tidak benar.

"Paparan sinar matahari tak bisa membunuh virus corona baru," demikian diungkap dalam artikel tersebut,

Klaim serupa dibantah politifact.com. "Tidak ada bukti bahwa paparan sinar matahari membunuh coronavirus 2019," demikian kesimpulan yang dihasilkan situs pencari fakta itu.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan, berjemur di bawah sinar matahari atau terpapar suhu yang lebih tinggi dari 25 derajat C tidak mencegah COVID-19.

"Siapapun bisa terinfeksi COVID-19, tak peduli seberapa cerah atau panasnya cuaca. Negara-negara dengan cuaca yang panas telah melaporkan kasus COVID-19. Untuk melindungi diri anda, pastikan cuci tangan secara teratur dan menyeluruh dan hindari menyentuh mata, mulut, dan hidung."

 

 Penelusuran dilanjutkan dengan klaim pasien bisa sembuh dengan makan telur, dalam artikel "Cek Fakta: Hoaks Video Bayi Bicara soal Telur Rebus Penangkal Corona COVID-19" yang dimuat liputan.com, pada 26 Maret 2016, Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian, Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Mimika, Papua, Reynold Ubra menegaskan telur rebus bukan penangkal atau obat untuk menyembuhkan Virus Corona.

“Kalau untuk daya tahan tubuh, iya… Tapi bukan telur saja. Banyak bahan makanan lain yang juga baik untuk imunitas tubuh, contoh sayur, buah-buahan dan nutrisi yang lainnya,” Jelas Reynold saat dihubungi Seputarpapua.com Kamis (26/3).

 

Terkait klaim pasien sembuh dengan vitamin c, dalam artikel berjdul "Apakah Vitamin C dapat Menyembuhkan Covid-19?" yang dimuat situs medcom.id, pada 12 Maret 2020. Dr. dr. Budiman Bela, Sp.MK, spesialis mikrobiologi klinik Rumah Sakit Universitas Indonesia menjelaskan bahwa mitos mengkonsumsi vitamin C untuk menyembuhkan virus Corona tidak benar.

“Vitamin C adalah kebutuhan kita untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita, tetapi sebetulnya tidak ada anjuran untuk mengonsumsi vitamin C dalam jumlah banyak untuk mencegah covid-19,” ujar dr. Budiman dalam acara Diskusi Mengenai Pengelolaan Wabah Covid-19 di Kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Maret 2020. Ia menjelaskan bahwa untuk melakukan pencegahan covid-19 bisa dilakukan dengan memgonsumsi buah dan sayur. “Mengonsumsi empat sehat lima sempurna, tentunya sudah banyak kita ketahui ya dan bisa dilihat dari mana-mana. Kemudian dengan melakukan olahraga secara teratur, dan jangan stres karena daya tahan tunuh kita bisa dipengaruhi oleh gaya hidup kita,” ujar dr. Budiman

 

 

Kesimpulan

Klaim pasien COVID-19 di RS Persahabatan sembuh dengan berjemur sinar matahari langsung, mengkonsumsi telur hingga vitamin C tidak benar.

Direktur Utama RS Persahabatan Rita Rogayah menyatakan, pasien positif COVID-19 disiolasi sehingga tidak bisa keluar dari kamar.

 

banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.