Cek Fakta: Hoaks Pesan Berantai Sebut Anak Kecil Diculik dan Dijadikan Pengemis di Sidoarjo

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial dan aplikasi percakapan pesan berantai yang menyebut ada anak kecil yang diculik dan dijadikan pengemis di Sidoarjo. Postingan ini ramai dibagikan sejak beberapa waktu lalu.

Salah satunya adalah yang beredar di Facebook. Akun ini mempostingnya pada 25 Agustus 2021 lalu.

Dalam postingannya terdapat seorang anak kecil bersama wanita di depan SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Buduran. Dalam postingan itu juga terdapat narasi:

"Barang kali ada yang kenal dengan anak kecil ini, katax anak ini diculik disuruh jadi pengemis sekarang ada di Polsek Buduran Sidoarjo... Mohon disebar luaskan ke grup² supaya dapat bertemu dengan keluarganya... Trims..."

Lalu benarkah pesan berantai yang menyebut ada anak kecil yang diculik dan dijadikan pengemis di Sidoarjo?

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penelusuran Fakta

CEK FAKTA Liputan6 (Liputan6.com/Abdillah)
CEK FAKTA Liputan6 (Liputan6.com/Abdillah)

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel berjudul "Hoaks Penculikan Bocah Dijadikan Pengamen Jalanan Gegerkan Warga Sidoarjo" yang tayang 26 Agustus 2021. Berikut isi artikelnya:

"Liputan6.com, Sidoarjo -Kabar mengenai seorang Bocah Kecil (Bocil) laki-laki diculik dan dijadikan pengamen jalanan beredar di grup percakapan Whatsapp warga Sidoarjo. Namun, setelah ditelisik, informasi tersebut ternyata sesat alias hoaks.

Kapolsek Buduran Sidoarjo Kompol Samirin menyebut kabar tersebut hoaks atau tidak dapat dipertanggung jawabkan.

"Foto tersebut adalah anak yang tersesat, dan sempat diselamatkan oleh polisi," ujarnya, Rabu (25/8/2021).

Anak tersebut bernama Hasbi Noval Ramadhan. Pada Kamis (19/8/2021) siang dia ditemukan warga berjalan di Jalan Raya Buduran lalu diantar warga ke pos polisi yang tidak jauh dari lokasi tersebut.

"Lalu anak tersebut diantar ke kantor Polsek Buduran," ujarnya.

Setelah diminta informasi tentang keluarganya dan tempat tinggalnya, anak tersebut langsung hari itu juga diantar ke rumahnya.

Polisi juga sempat merekam video anak tersebut sudah kembali pulang ke rumahnya di Desa Banjarkemantren Kecamatan Buduran Sidoarjo. Nyoman Dani neneknya dalam video tersebut juga menjelaskan jika cucunya tersebut bukan korban penculikan.

"Sejak kecil anak tersebut diasuh oleh neneknya, ibunya sudah meninggal," ucap Samirin.

Berikut adalah informasi sesat yang beredar di grup percakapan whatsapp:

Mohon ijin share... Barang kali ada yang kenal dengan anak kecil ini, anak ini diculik disuruh jadi pengemis sekarang ada di Polsek Sidoarjo... Mohon disebar luaskan ke grup² supaya dapat bertemu dengan keluarganya... Trims... Demikian isi kabar tersebut dengan foto anak laki-laki yang dimaksud."

Sumber

https://surabaya.liputan6.com/read/4641324/hoaks-penculikan-bocah-dijadikan-pengamen-jalanan-gegerkan-warga-sidoarjo?source=search

Kesimpulan

banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)
banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)

Pesan berantai yang menyebut ada anak kecil yang diculik dan dijadikan pengemis di Sidoarjo adalah hoaks.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel