Cek Fakta: Hoaks Pesan Berantai WHO Bagikan Kuota Internet Dalam Rangka Ulang Tahun ke-10

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial pesan berantai yang menyebut WHO membagikan kuota internet gratis dalam rangka ulang tahun ke-10. Pesan berantai itu ramai dibagikan sejak awal pekan kemarin.

Dalam pesan berantai yang beredar juga ditautkan link dengan logo Whatsapp dan kepanjangan dari WHO. Berikut isi pesan berantai itu selengkapnya:

"World Health Organization

To celebrate our 10th anniversary we give 1000 GB of free internet

You can now get free internet bundle of 50GB (All Networks) valid for 90days in Celebration of WhatsApp Anniversary.

I Have Received Mine.Hurry before it's Exhausted

https://bosvip1.top/j/50G/?s=1"

Lalu benarkah pesan berantai yang mengklaim WHO membagikan kuota internet 1000 GB dalam rangka ulang tahun ke-10?

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penelusuran Fakta

CEK FAKTA Liputan6 (Liputan6.com/Abdillah)
CEK FAKTA Liputan6 (Liputan6.com/Abdillah)

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan mengunjungi laman WHO, WHO.INT dan tidak menemukan informasi yang disebarkan melalui pesan berantai. Demikian di akun media sosial resmi WHO di Instagram, Twitter, dan Facebook sama sekali tidak menyebutkan informasi tersebut.

WHO sendiri pernah menulis artikel terkait pencurian data, hacker, dan scamming yang mencatut nama WHO.

Artikel tersebut berjudul "Waspadalah terhadap penjahat yang berpura-pura menjadi WHO"

WHO menjelaskan masyarakat waspada pada penjahat siber yang memanfaatkan situasi pandemi covid-19.

"Peretas dan penipu siber memanfaatkan pandemi penyakit virus korona (COVID-19) dengan mengirimkan email palsu dan pesan WhatsApp yang mencoba mengelabui Anda agar mengeklik tautan berbahaya atau membuka lampiran.

Tindakan ini dapat mengungkapkan nama pengguna dan sandi Anda, yang dapat digunakan untuk mencuri uang atau informasi sensitif. Jika Anda dihubungi oleh seseorang atau organisasi yang tampaknya seperti WHO, verifikasi keasliannya sebelum menanggapi," bunyi pernyataan WHO.

Mereka juga menegaskan tidak akan pernah meminta pada masyarakat hal-hal sebagai berikut:

1. Meminta username dan password untuk mengakses informasi rahasia.

2. Tidak pernah mengirim lampiran email yang Anda tidak perlukan.

3. Tidak pernah meminta uang untuk lowongan pekerjaan, pendaftaran konferensi dan reservasi hotel.

4. Tidak pernah mengadakan undian, lotere, atau pembagian sertifikat melalui email.

"WHO juga meminta masyarakat untuk melapor jika ada pesan mencurigakan. Untuk di Indonesia bisa melalui telepon: +62 21 5083 7860, faksimili: +62 21 520 1164 atau email ke: sewhoindonesia@who.int."

Dalam website resminya WHO sendiri sudah berdiri sejak 1948 dan merupakan bagian dari PBB. Itu artinya WHO sudah berusia 73 tahun bukan 10 tahun seperti dalam pesan berantai.

Sumber:

https://www.who.int/about/cyber-security

https://www.who.int/about

Kesimpulan

banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)
banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)

Pesan berantai yang mengklaim WHO membagikan kuota internet 1000 GB dalam rangka ulang tahun ke-10 adalah hoaks.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel