Cek Fakta: Hoaks Subsidi Pemerintah dari Pertamina Rp 189 Juta

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang pemerintah membagikan subsidi Rp 189 juta dari Pertamina beredar di media sosial. Kabar tersebut beredar lewat pesan berantai di aplikasi percakapan WhatsApp sejak Minggu 15 Agustus 2021.

Pesan berantai tersebut berisi pemberitahuan bahwa penerima mendapat subsidi pemerintah sebesar Rp 189 juta dari Pertamina. Berikut isinya:

Nomor Anda mndptkan

Subsidi Pemerintah

Rp.189.000.000

PIN PEMEN4NG; FF1178A

Info

WA ;

087747458068

Buka ;

s.id/pertamina-berkah68

Benarkah pemerintah memberikan subsidi Rp 189 juta dari Pertamina? Berikut penelusurannya.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang pemerintah membagikan subsidi Rp 189 juta. Penelusuran dilakukan dengan membuka tautan yang berada dalam pesan tersebut.

Ketika diklik, tautan tersebut mengarah ke situs pertamina-energi68.blogspot.com. Dalam situs tersebut, terdapat tulisan "SEMARAK BERKAH ENERGI PERTAMINA".

Berikut gambar tangkapan layarnya:

Penelusuran selanjutnya dilakukan dengan membuka Instagram milik PT Pertamina (Persero), @pertamina. Dalam salah satu unggahannya, akun Instagram @pertamina memberikan stampel hoaks ke situs berisi SEMARAK BERKAH ENERGI PERTAMINA.

Berikut gambar tangkapan layarnya:

Liputan6.com juga menemukan artikel berisi bantahan dari Pertamina terkait pembagian hadiah sebesar Rp 189 juta. Artikel tersebut berjudul "Pertamina: Waspada Hoaks Pembagian Hadiah Cek Rp 189 Juta" yang dimuat situs Liputan6.com pada 14 Juli 2021.

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) menyatakan, informasi pembagian hadiah cek senilai Rp 189 juta adalah hoaks, masyarakat pun diminta untuk mewaspadainya sebab merupakan modus penipuan digital yang mencatut nama perusahaan tersebut.

Pjs Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman mengatakan, informasi Pertamina bagikan hadiah cek sebesar Rp 189 juta yang beredar di masyarakat tidaklah benar atau hoaks.

"Dan merupakan modus penipuan digital," Fajriyah, saat berbincang dengan dengan Liputan6.com.

Dia mengungkapkan, informasi hadiah maupun undian maupun yang mengatasnamakan Pertamina baik yang disampaikan melalui WhatsApp, SMS maupun email itu tidak benar.

"Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap segala bentuk hoaks maupun penipuan yang mengatasnamakan Pertamina," tuturnya.

Menurut Fajriyah, seluruh program promosi Pertamina disampaikan melalui saluran komunikasi resmi perusahaan yakni website www.pertamina.com, akun sosial media @pertamina serta aplikasi resmi MyPertamina atau atau Pertamina Call Center 135.

Referensi:

https://www.instagram.com/stories/highlights/17856929947757695/?hl=id

Kesimpulan

Kabar tentang pemerintah membagikan subsidi Rp 189 juta dari Pertamina ternyata tidak benar alias hoaks. Faktanya, pemerintah melalui Pertamina tidak pernah membagikan subsidi sebesar Rp 189 juta.

banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)
banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel