Cek Fakta: Hoaks Vaksin Bisa Merusak Otak, Simak Penjelasannya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Program vaksinasi melawan covid-19 sudah dijalankan pemerintah sejak 13 Januari lalu. Sejak saat itu, banyak klaim soal vaksin yang beredar di ruang digital.

Salah satunya di akun Facebook milik Lois Lois. Dia mengklaim kalau vaksin bisa membuat otak menjadi lemahhingga kehilangan akal sehat.

Begini narasinya:

"Vaksin

Penyebab otak jadi lemot dan dungu alias Bego

Dan kehilangan akal sehat!!"

Dia mengunggah klaim itu pada 28 Januari 2021. Hingga saat ini, klaim tersebut mendapat 420 respons, 150 komentar dan 47 kali dibagikan.

Lalu, benarkah vaksin bisa melemahkan otak seperti diklaim netizen? Simak penelusurannya di halaman berikut.

Ikuti cerita dalam foto ini https://story.merdeka.com/2303605/volume-5

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Penelusuran Fakta

CEK FAKTA Liputan6 (Liputan6.com/Abdillah)
CEK FAKTA Liputan6 (Liputan6.com/Abdillah)

Untuk membuktikan klaim tersebut, Cek Fakta Liputan6.com menghubungi dr. Muhamad Fajri Adda'i, yang merupakan dokter relawan covid-19 dan edukator kesehatan.

"Itu hoaks," katanya kepada Cek Fakta Liputan6.com

Dia memastikan vaksin covid-19 sangat aman. Kemudian, dr Fajri Adda'i juga membagikan berkas dari Badan POM RI soal Vaksin Sinovac yang digunakan di Indonesia untuk melawan Covid-19.

Berkas yang diberikan dr Fajri Adda'i itu juga memberikan penjelasan soal efek samping vaksin. Begini penjelasan soal efek samping yang dalam dalam berkas dengan judul: "INFORMASI PRODUK UNTUK PESERTA VAKSINASI MENGGUNAKAN VAKSIN CORONAVAC UNTUK PENCEGAHAN COVID-19 PADA DEWASA USIA 18 – 59 TAHUN".

Begini penjelasan efek samping faksin di berkas itu:

"Efek samping yang mungkin terjadi setelah pemberian vaksin CoronaVac dapat berupareaksi lokal dan reaksi sistemik. Berdasarkan hasil uji klinik vaksin COronaVac pada lebih dari 10.000 subjek manusia yang dilakukan di Indonesia, China, Brazil dan Turki, efek samping vaksin CoronaVac sifatnya ringan hingga sedang. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan terkait dengan pemberian vaksin CoronaVac.

Reaksi Lokal yang dilaporkan selama studi klinik pada manusia adalah nyeri di tempatinjeksi, pembengkakan, eritema, gatal, indurasi, kemerahan, menurunnya sensasi, dan warna kulit yang lebih pudar (discolouration). Reaksi sistemik yang umum dilaporkan berdasarkan hasil uji klinik adalah nyeri otot, demam, rasa Lelah (fatigue), mual, muntah, dan sakit kepala."

Ditambahkan oleh dr Fajri Adda'i, efek samping vaksin tidak berbahaya. "Efeknya ringan kok," ucapnya.

"Walau kecil, jika ada 100 juta org divaksin maka dikhawatirkan akan ada 100-200 alergi. Sehingga, untuk 30 menit pertama pasca disuntik, orang yang divaksin diminta menunggu untuk pemantauan," katanya menegaskan.

Kesimpulan

banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)
banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)

Klaim vaksin bisa melemahkan otak seperti diklaim netizen merupakan informasi hoaks.

Faktanya, efek samping dari Vaksin, yakni nyeri otot, demam, rasa Lelah (fatigue), mual, muntah, dan sakit kepala.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Saksikan video pilihan berikut ini: