Cek Fakta: Ini Bukan Video Hukuman Mati untuk Koruptor di China, Simak Buktinya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Beredar sebuah video di Facebook dengan klaim hukuman mati untuk para koruptor yang ada di China. Video itu berdurasi satu menit.

Salah satu akun Facebook yang mengunggah video hukuman mati bagi koruptor di China adalah Bob Lesnar. Dia mengunggah video itu pada 28 Desember 2020.

Begini keterangan yang ditulis Bob Lesnar untuk video tersebut:

"Di China Koruptor di tembak mati ..."

Kemudian, di video tersebut ada narasi sebagai berikut:

"Setuju gak Indonesia begini???

Inilah para koruptor2 di CINA

tembak MATI

koruptor di CINA."

Lalu, benarkah video itu menggambarkan hukuman mati untuk para koruptor di China?

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video hukuman penembakan mati koruptor di China
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video hukuman penembakan mati koruptor di China

Untuk membuktikan klaim tersebut, Cek Fakta Liputan6.com membuat tangkapan layar dari video unggahan Bob Lesnar. Kemudian ditelusuri menggunakan pencarian gambar terbalik, Yandex.

Sesuai hasil penelusuran, ada beberapa tangkapan layar, seperti video dengan klaim hukuman mati untuk koruptor di China, yang digunakan oleh media-media China. Salah satunya ada di Liberty Times Net.

Penjelasan didapat dari artikel berjudul: "中國15年前槍決紀錄片流出 女死囚:中國是人治國家". Bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi: "China, 15 tahun yang lalu merekam dokumenter tahanan wanita yang sekarang bocor: China adalah negara yang diperintah oleh pria".

Dalam artikel tersebut dijelaskan kalau cuplikan seperti yang diklaim warganet merupakan potongan dari film dokumenter yang dibuat tahun 2005. Film itu diberi judul: "Adegan eksekusi hukuman mati di China."

Itu merupakan terpidana mati wanita asal China. Dia dijatuhkan hukuman mati setelah terbukti membunuh suaminya. Di hari eksekusi, dia sempat gugup saat diwawancara untuk film dokumenter tersebut.

Dalam video dokumenter itu, terpidana mati wanita ini juga diikat dengan narapidana mati lainnya. Dengan jujur, wanita ini mengaku tidak menyesali telah membunuh suaminya dan berkata:

"Saya tidak menyesalinya. Ingin mendengar kebenaran? China bukanlah negara yang diatur oleh hukum, tetapi negara yang diatur oleh pria!".

Hasil penelusuran juga mengarahkan ke media asal Jepang, Tocana dalam artikel berjudul: "【閲覧注意】中国で犯罪者8人が銃殺刑に処される映像流出! 諦める女、笑う警官、響く銃声… 闇の処刑記録が壮絶!" Artikel ini sudah dipublikasikan pada 18 Juni 2020.

Dalam artikel tersebut, dijelaskan kalau video tersebut merupakan film dokumenter yang dibuat tahun 2005 soal terpidana mati wanita yang membunuh suaminya. Dalam penjelasan di Tocana, wanita itu hanya mengkhawatirkan anak-anaknya setelah eksekusi mati dan tidak menyesali sudah membunuh sang suami.

Kesimpulan

Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Video dengan klaim hukuman mati untuk koruptor di China merupakan informasi yang salah. Faktanya, video itu merupakan potongan film dokumenter yang dibuat tahun 2005 tentang terpidana mati wanita China yang membunuh suaminya.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Saksikan video pilihan berikut ini: