Cek Fakta Liputan6.com Lawan 300 Hoaks Per Bulan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - KapanLagi Youniverse (KLY) dan Liputan6.com resmi meluncurkan layanan Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta untuk membantu menangani hoaks yang beredar via aplikasi chatting WhatsApp.

Lewat layanan Chatbot WhatsApp ini, Liputan6.com membantu pengguna WhatsApp di Indonesia untuk mengecek kebenaran sebuah informasi dengan cara yang mudah.

Perlu diketahui, informasi mengenai hoaks ditangani oleh Tim Cek Fakta Liputan6.com.

Menurut Pemimpin Redaksi Liputan6.com, Irna Gustiawati, Tim Cek Fakta Liputan6.com tiap bulannya bekerja men-debunk antara 250-300 kabar hoaks.

Informasi kontra hoaks tersebut dijadikan artikel yang dapat diakses oleh pembaca Liputan6.com, salah satunya melalui Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta.

Irna mengatakan, saat ini peredaran hoaks meningkat tajam di media sosial. Berdasarkan data Kemkominfo, awalnya hanya ada 100 hoaks per bulan, namun kini jumlahnya mencapai ribuan. Bahkan dalam satu bulan Kemkominfo pernah menjaring 3.000 hoaks.

"Liputan6.com men-debunk hoaks antara 250-300 hoaks per bulan. Kecepatan pembuat hoaks dan kecepatan media untuk memverifikasi (kebenaran sebuah kabar) seolah berkejar-kejaran, karena hoaks muncul lagi dan lagi. Ini sangat mengkhawatirkan, terutama saat pandemi," kata Irna saat meluncurkan Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta, Rabu (22/6/2021).

Hoaks yang Kian Mengkhawatirkan

Peluncuran Chatbot WhatsApp Cek Fakta Liputan6.com oleh Pemred Liputan6.com Irna Gustiawati dan Chief Content Officer KapanLagi Youniverse Wenseslaus Manggut.
Peluncuran Chatbot WhatsApp Cek Fakta Liputan6.com oleh Pemred Liputan6.com Irna Gustiawati dan Chief Content Officer KapanLagi Youniverse Wenseslaus Manggut.

Salah satu dampak hoaks yang dikhawatirkan saat pandemi adalah ketika kabar hoaks mengenai vaksinasi dan Covid-19 membuat masyarakat jadi ragu untuk melakukan vaksinasi dan protokol kesehatan.

Tentunya hal ini akan menghambat upaya penanganan pandemi Covid-19 di Tanah Air.

"Tingkatannya (hoaks) sangat mengkhawatirkan karena mengubah gaya hidup orang menjadi terpapar informasi yang tidak benar. Ada informasi tidak benar tetapi dipercaya, apalagi jika tidak ada yang men-debunk. Oleh karenanya, menjadi tugas media untuk men-debunk informasi hoaks di masyarakat," ucap Irna.

Dalam menghadirkan layanan Chatbot WhatsApp Liputan6.com Cek Fakta, tim Liputan6.com berkerja sama langsung dengan pihak WhatsApp.

Irna mengatakan, tidak mudah mendapatkan kepercayaan dari platfrom global seperti WhatsApp dalam upaya menangani hoaks dan mengembangkan sebuah layanan chatbot Cek Fakta.

Namun, dengan kredibilitas Liputan6.com dan KLY, Liputan6.com dipilih untuk melakukan pekerjaan berat, menghadirkan Chatbot WhatsApp Liputan6.com Cek Fakta untuk membantu mengatasi hoaks di tengah masyarakat.

Cara Pakai Chatbot WhatsApp Liputan6.com Cek Fakta

Cek Fakta Chatbot Liputan6.com.
Cek Fakta Chatbot Liputan6.com.

Sebelumnya, KapanLagi Youniverse (KLY) dan Liputan6.com secara resmi merilis Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta. Kehadiran chatbot ini menjadi sebuah cara yang mudah dalam menangkal hoaks melalui aplikasi pesan instan di smartphone.

Dengan mengakses Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta, pengguna bisa mengecek informasi dan mendapatkan tips untuk membentengi diri dari hoaks.

Untuk menggunakannya, kamu cukup menambahkan nomor 0811-9787-670 di kontak smartphone atau dengan klik tautan https://wa.me/628119787670?text=halo.

Langkah itu akan langsung mengarahkan kamu ke kolom chat WhatsApp dengan nama Liputan6. Setelah mengirim pesan ‘Halo’ kamu akan melihat pesan perkenalan dari Chatbot.

Kemudian, ada tiga pilihan yang ditawarkan, yakni Cek Fakta, Tips & Trik Melawan Hoaks, dan Tentang Kami.

Pada pilihan cek fakta, kamu bisa memasukkan kata kunci terkait informasi yang ingin diperiksa.

Pada kesempatan ini, Tekno Liputan6.com mencoba mencari kata kunci ‘Covid-19’. Setelah menunggu beberapa saat, muncul berita yang bersumber dari kanal Cek Fakta Liputan6.com.

Chatbot kemudian akan menanyakan konfirmasi pengguna untuk mencari berita terkait kata kunci lainnya atau kembali ke menu utama.

(Tin/Isk)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel