Cek Fakta: Muncul Lagi, Hoaks Pesan Berantai Berisi Kiriman Paket Narkoba

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah pesan berantai berisi kabar kiriman paket narkoba beredar di media sosial. Pesan tersebut beredar di aplikasi percakapan WhatsApp sejak Kamis 13 November 2020.

Pesan tersebut disertai dengan gambar paket. Pesan berantai itu berisi imbauan kepada warga agar waspada terhadap kiriman paket berisi narkoba. Berikut isinya:

Dapet info dri Jogya, bahwa mulai ada paket2 yg dikirim ke rumah2, ke toko2 & ke kantor, akan terus berdatangan COD tsb, katanya dr China. Padahal sipenerima tdk pernah order barang.Hati2 penipuan.

Sindikat narkoba!

nanti kalau kita tolak, bilang kita gk order ini barang, sipengantar akan meminta kita difoto bersama orderan barangnya, katanya utk konfirmasi ke China.

Jangan mau difoto.

Biar ngotot maksa pun jangan mau difoto.Ini pemerasan jaringan narkoba!Tolong info semua saudara/i & teman2!"

Benarkah pesan berantai berisi kiriman paket narkoba? Berikut penelusurannya.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri pesan berantai berisi kabar kiriman paket narkoba. Penelusuran dilakukan menggunakan situs pencari Google Search dengan memasukkan kata kunci "paket narkoba hoaks dari china".

Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah pesan berantai tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Mudahnya Hoaks, Paket Jam Tangan Diisukan Berisi Narkoba Asal China" yang dimuat situs Liputan6.com pada 19 September 2018 lalu.

Liputan6.com, Jakarta - Viral di sosial media tentang keberadaan paket berisikan narkoba dari China yang dikirim ke alamat di Yogyakarta. Usai ditelusuri, pihak kepolisian menemukan bahwa isi paket tersebut hanya sebuah jam tangan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyampaikan, penyelidikan itu langsung dilakukan pada Senin 17 September 2018 usai menerima laporan adanya paket misterius yang viral. Dua saksi dari pihak penerima dimintai keterangan.

Peristiwa bermula saat kurir jasa pengiriman barang membawa paket tersebut ke alamat penerimanya pada Rabu 12 September 2018. Hanya saja, pihak penerima tidak merasa memesan barang dengan metode pembayaran di tempat atau Cash On Delivery (COD).

"Atas kejadian tersebut, saksi pernah mengirimkan foto paketan ke grup pengajian (WhatsApp). Namun belum pernah meng-upload ke medsos," tutur Dedi dalam keterangannya, Rabu (19/9/2018).

Kurir jasa pengiriman barang kemudian meminta agar penerima menyertakan foto KTP untuk mengembalikan paket yang dirasa tidak dipesannya itu. Hanya saja, pihak penerima menolak memenuhi permintaan tersebut.

Polisi kemudian menemui manajer jasa pengiriman barang di Yogyakarta pada Selasa 18 September 2018. Diketahui bahwa pihak pengirim memang merupakan klien yang biasa mengirimkan paket melalui jasa pengiriman barang tersebut. Rata-rata paket dengan COD dari pengirim berisikan teropong, kacamata, dan jam tangan.

"Manajer menerangkan, paket tersebut masuknya tidak sembarangan karena harus melalui X-ray Bandara Soekarno-Hatta. Sehingga seandainya narkoba, pasti sudah ditahan di sana. Ada orang yang sengaja memanfaatkan situasi, men-share gambar paket dengan ditambahi tulisan di bawahnya adalah narkoba," jelas dia.

Pengecekan isi paket kemudian dilakukan di pergudangan paket di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Bersama pihak kepolisian, barang itu diperiksa pada hari yang sama sekitar pukul 14.00 WIB.

"Paket tersebut sempat viral karena diisukan merupakan paket narkoba dari China. Hasil pengecekan oleh AKBP Agus Waluyo dan tim bahwa kotak paket dimaksud berisi jam tangan," Dedi menandaskan.

Kesimpulan

Pesan berantai berisi kabar kiriman paket narkoba ternyata tidak benar alias hoaks. Pesan berantai tersebut pernah viral pada 2018 lalu. Setelah dicek pihak kepolisian, kabar tersebut ternyata hoaks. Konten tersebut masuk dalam kategori palsu.

banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)
banner Hoax (Liputan6.com/Abdillah)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.