Cek Fakta: Pernyataan kemenangan Trump yang prematur

·Bacaan 3 menit

Washington (AFP) - Dalam pidatonya Rabu pagi dari Gedung Putih, setelah pemungutan suara ditutup tetapi sementara surat suara masih dihitung di negara bagian-negara bagian medan pertempuran, Presiden AS Donald Trump sengaja menyatakan bahwa dia telah memenangi kembali pemilu.

Pernyataannya disampaikan beberapa jam setelah cuitan di mana dia berkata: "Kita bertambah BESAR, tetapi mereka berusaha MENCURI Pemilu ini. Kita tidak akan pernah membiarkan mereka melakukannya. Suara tidak bisa diberikan setelah Pemungutan Suara ditutup!"

Trump memiliki keunggulan besar di Pennsylvania dan unggul tipis di Michigan dan Wisconsin saat itu, lapor berbagai jejaring televisi AS.

Namun Twitter menandai cuitan tersebut dengan mengatakan kontennya diperdebatkan mengingat hasil yang belum selesai. Lawan Trump, Joe Biden, sebelumnya mengatakan bahwa dia yakin bisa membalikkan keunggulan sang presiden di negara bagian-negara bagian Midwest.

AFP memeriksa fakta kutipan utama dari pernyataan-pernyataan Trump:

"Saya ingin berterima kasih kepada rakyat Amerika atas dukungan luar biasa mereka, berjuta-juta orang telah memilih kita malam ini. Dan sekelompok orang yang sangat menyedihkan sedang berusaha mencabut hak kelompok rakyat ini dan kita tidak akan mendukungnya."

Para pejabat negara bagian menghitung suara yang diberikan secara sah untuk kedua kandidat sebelum pemungutan suara ditutup. Jutaan surat suara dikirim melalui pos atau disimpan di kotak penyerahan resmi. Trump tidak memberikan bukti -dan memang tidak ada bukti- bahwa rakyat yang sudah memilih presiden telah dicabut haknya.

"Kita telah memenangkan Georgia. Kita unggul 2,5 persen atau 117.000 suara dengan hanya tersisa tujuh persen (suara yang mesti dihitung). Mereka tidak akan pernah mengejar kita. Mereka tidak bisa mengalahkan kita."

Penghitungan suara di Georgia belum tuntas, dengan penghitungan di beberapa pusat kota yang cenderung memilih Demokrat di sekitar ibu kota negara bagian Atlanta belum dihitung. Pada pukul 23.00 GMT, tidak ada jaringan televisi yang menyebut Georgia telah dimenangkan Trump atau Biden, dan selisih menyempit menjadi 1,4 persen, dengan sisa 6 persen suara untuk dihitung.

"Kita sudah unggul 690.000 suara di Pennsylvania. Ini bahkan tidak mendekati ... dengan 64 persen suara masuk, itu akan hampir mustahil untuk dikejar."

Trump unggul besar di Pennsylvania dan Biden menghadapi tantangan berat untuk menghilangkan keunggulan sang presiden. Namun, sebagian besar surat suara yang belum dihitung berasal dari daerah-daerah yang secara tradisional pendukung berat Demokrat.

"Ini penipuan terhadap rakyat Amerika. Ini memalukan negara kita. Kita bersiap-siap untuk memenangkan pemilu ini. Terus terang, kita sudah memenangkan pemilu ini."

Tidak ada jaringan televisi atau Associated Press, kantor berita utama AS yang mengumpulkan pengembalian suara, yang mengumumkan pemenang akhir. Oleh karena itu, deklarasi kemenangan Trump itu terlalu dini.

Trump dengan tanpa disertai bukti, selama berbulan-bulan mengkritik surat suara lewat pos, dengan menyebut metode itu bakal mengarah kepada penipuan dan kecurangan pemilu. Tetapi rakyat Amerika mengandalkan pemungutan suara melalui pos -yang diperkirakan akan mendukung Biden- dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya karena pandemi virus corona.

Keunggulan awal Trump di Wisconsin dan Michigan dibangun oleh pemungutan suara langsung pada 3 November. Tetapi keunggulan itu sirna pada Rabu begitu surat suara lewat pos mulai dihitung. Jaringan-jaringan televisi AS kemudian menyebut kedua negara bagian ini memilih Biden.

Setelah pidatonya, Trump mengulangi klaimnya di Twitter, dengan menulis: "Tadi malam saya memimpin, sering kali dengan mantap, di banyak negara bagian utama, di hampir semua tempat yang diperintah dan dikendalikan oleh Partai Demokrat. Kemudian, satu per satu, itu semua hilang secara ajaib begitu buangan suara yang mengejutkan dihitung. ANEH SEKALI, dan 'lembaga-lembaga survei' sama sekali & luar biasa salah!"

"Kita akan pergi ke Mahkamah Agung AS. Kita ingin semua pemungutan suara dihentikan. Kita tidak ingin mereka menemukan surat suara pada jam empat pagi dan ditambahkan ke daftar itu. Kita akan memenangkan ini dan sejauh yang saya ketahui, kita sudah memenangkannya," kata Trump dalam pidato di Gedung Putih.

Setelah Biden mengungguli Trump di Wisconsin pada Rabu, tim presiden mengumumkan rencana meminta penghitungan ulang, dan mengatakan akan menuntut penghentian penghitungan suara di Michigan dan Pennsylvania. Setiap gugatan hukum harus diajukan di masing-masing negara bagian atau di tingkat federal sebelum bisa mencapai pengadilan tertinggi di negara itu (Mahkamah Agung).

adm/wd/st