Cek Fakta: Satu Keluarga Meninggal Terbakar Akibat Disinfektan? Simak Faktanya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi satu keluarga meninggal terbakar akibat disinfektan.

Informasi satu keluarga meninggal terbakar akibat disinfektan tersebut diunggah akun Facebook Cacing campur, pada 19 Oktober 2020.

Unggahan berupa video lima jenazah yang sedam disemayamkan ditutup dengan kain putih merah, nampak jenazah dalam video tersebut mengalami luka bakar.

kemudian video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Satu keluarga baru pulang makan di restoran/ 5 org.

Sampe di rumah badan nya di semprot Disinfektan

Lalu papa nya menyalakan korek api mau merokok

Langsung terbakar

Istri dan anak2 nya ingin menolong

Tapi lupa mereka juga baru di semprot akhohol

Ikut terbakar semua

Akhir nya ber lima meninggal

Hati2 para perokok ternyata disinfektan bisa menyala kalo kena api , kejadian di medan"

Benarkah informasi satu keluarga meninggal terbakar akibat disinfektan? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim satu keluarga meninggal akibat disinfektan, dengan menangkap layar video tersebut untuk dijadikan bahan penelusuran menggunakan Google Image dan Yandex. Namun, tidak ditemukan situs yang mengarah pada gambar atau video tersebut.

Penelusuran dilanjutkan menggunakan Google Search dengan kata kunci keluarga meninggal terbakar akibat disinfektan'.

Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Heboh Keluarga Tewas Terbakar Akibat Disinfektan di Siantar, Begini Faktanya" yang dimuat situs liputan6.com, pada 12 Oktober 2020.

Artikel situs liputan6.com menyebutkan, pascakebakaran hebat yang melanda gudang gas elpiji di Jalan Penyabungan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara (Sumut) pada Sabtu, 26 September 2020, beredar kabar penyebab kebakaran akibat disinfektan.

Berdasarkan kabar beredar melalui WhatsApp menyebut, "Satu keluarga baru pulang makan / 5 org. Sampe di rumah badan nya di semprot Desinfektan. Lalu papa nya menyalakan korek api mau merokok. Langsung terbakar. Istri dan anak2 nya ingin menolong. Tapi lupa mereka juga baru di semprot akhohol. Ikut terbakar semua. Akhir nya ber lima meninggal. PERINGATAN buat perokok dan sering pakai sanitizer dan hbs didesinfeksi."

Terkait kabar tersebut, saat dikonfirmasi Liputan6.com, Kasat Reskrim Polres Pematang Siantar, AKP Edi Sukamto mengatakan, hingga saat ini belum ada hasil Laboratorium Forensik (Labfor) dari pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut).

Disinggung apakah kabar yang beredar tersebut hoaks, Edi yang dikonfirmasi melalui WhatsApp hanya menjawab singkat, dengan menyebut, "Masih dalam penyelidikan," ucapnya, Senin (12/10/2020).

Penelusuran dilanjutkan dengan mengubah kata kunci ' kebakaran gudang gas LPG pematang siantar'.

Penelusuran mengarah pada akun YouTube Seputar Indonesia dengan video berjudul "Diduga Tabung Gas Bocor, Kebakaran di Pematang Siantar Telan 5 Korban Jiwa - SIP 28/09" yang diunggah pada 27.2020.

Video tersebut menampilkan pemberitaan tentang situasi penyemayaman korban kebakaran gudang LPG di Pematang Siantar. Dalam video terdapat cuplikan gambar yang menampilkan jenazah korban kebakaran yang identik dengan klaim.

Kesimpulan

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, informasi satu keluarga meninggal terbakar akibat disinfektan belum terbukti.

Hingga saat ini belum ada hasil Laboratorium Forensik (Labfor) dari pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut).

banner cek fakta unproven (Liputan6.com/Triyasni)
banner cek fakta unproven (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.