Cek Fakta: Tidak Benar 48 Orang Tewas di Korea Selatan usai Disuntik Vaksin Covid-19

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial kabar soal 48 orang yang tewas usai divaksin covid-19. Kabar ini ramai dibagikan sejak tengah pekan ini.

Salah satu yang membagikannya adalah akun bernama Riema Lee. Dia mengunggah postingan tangkapan layar berita berjudul 'Innalilahi Wainnailahi Rojiun, 48 Orang Meninggal"

Dalam tangkapan layar tersebut terdapat narasi "vaksin covid-19 alias corona kembali makan korban. Sebanyak 48 orang meninggal dunia setelah divaksin di Korea Selatan."

Lalu benarkah ada 48 orang meninggal dunia setelah divaksin covid-19 di Korea Selatan?

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Penelusuran fakta

CEK FAKTA Liputan6 (Liputan6.com/Abdillah)
CEK FAKTA Liputan6 (Liputan6.com/Abdillah)

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri fakta dengan mengetik kata kunci "48 die after vaccine covid-19 south korea"

Hasilnya tidak ada berita dari media besar yang memberitakan hal tersebut. Melainkan terkait tewasnya 48 orang di Korea Selatan setelah vaksin flu.

Dilansir dari agensi berita di Korea Selatan, Yonhap News, Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KDCA) menjelaskan tidak ada kaitan kematian dengan vaksin flu.

"Setelah melihat 71 kasus sejauh ini, hubungan antara kematian dan vaksinasi sangat kecil. Jadi sekarang bukan situasi yang tepat untuk menghentikan program vaksinasi nasional, apalagi masih ada pandemi covid-19" bunyi pernyataan resmi KDCA.

Sementara dalam artikel Newsweek.com berjudul "South Korea Resumes Flu Shots as Deaths Following Vaccination Rise to 59" yang tayang 26 Oktober 2020, Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in memberikan penjelasan,

"Sudah dikonfirmasi tidak ada hubungan antara kematian dan vaksinasi setelah dilakukan autopsi dan laporan dari para ahli," ujarnya.

Dalam artikel tersebut juga dijelaskan sudah 9,4 juta orang yang menerima vaksin flu tahun ini di Korea Selatan. Dan KDCA mencatat jumlah kematian akibat vaksin flu tahun ini tidak lebih besar dibanding tahun lalu.

"Anda seharusnya meninggal dunia beberapa jam setelah vaksinasi jika memang ada syok anafilaksis. Tetapi sebagian besar kematian baru-baru ini memakan waktu lebih dari sehari dan jika Anda meninggal dunia dalam waktu singkat maka ada penyakit lain yang menyebabkan," bunyi pernyataan KDCA.

Tahun lalu ada 1.531 orang di atas 65 tahun yang meninggal dunia tujuh hari usai menerima vaksin flu. "Namun hal ini tidak ada hubungannya dengan vaksin," ujar Komisioner KDCA Jeong Eun-kyeong.

Selain itu dilansir dari laman nytimes.com hingga saat ini belum ada vaksin covid-19 yang mendapat izin edar dari WHO. Ada 11 calon vaksin covid-19 yang memasuki tahap uji klinis III dan enam vaksin yang sudah boleh dipakai terbatas.

Kesimpulan

Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Postingan yang menyebut ada 48 orang yang meninggal dunia akibat vaksin covid-19 di Korea Selatan adalah tidak benar. Faktanya kematian tersebut terjadi Korea Selatan dan tidak ada hubungannya dengan vaksin flu yang baru diadakan pemerintah.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.