Cek Fakta: Tidak Benar 5 Jenazah dalam Video Ini Meninggal Setelah Divaksin di Probolinggo

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video lima jenazah meninggal bersamaan setelah divaksin di Probolinggo. Klaim tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Klaim video lima jenazah meninggal bersamaan setelah divaksin di Probolinggo, menampilkan video lima keranda mayat yang dibungkus kain hijau sedang dijejerkan dan disaksikan sejumlah orang di dalam sebuah bangunan.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Desa Lecces Probolinggo, 16 Juli 2021Meninggal bersama setelah di vaksin..

Kalau sudah begini, siapa yang bertanggung jawab..???Apa ada misi terselubung Misi komunis supaya rakyat komunis 2miliyar jiwa sebagian bisa masuk ke Indonesia dgn muda negeri ini akan di jajah milik Aseng..tidak perlu mengunakan perang dgn modal besar cukup Suntik mati"

Benarkah klaim video lima jenazah meninggal bersamaan setelah divaksin di Probolinggo? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video lima jenazah meninggal bersamaan setelah divaksin di Probolinggo, dengan menangkaplayar video tersebut untuk dijadikan bahan penelusuran menggunakan Google Image.

Penelusuran mengarah pada artikel berjudul " Viral 5 Warga Lamongan Disalatkan Bersama, Camat: Bukan COVID-19" yang dimuat situs jatim.idntimes.com. Artikel tersebut memuat foto yang identik dengan klaim.

Artikel situs jatim.idntimes.com menyebutkan, kelima orang tersebut meninggal dunia bukan karena terpapar virus corona.

Camat Paciran, Yuli Wahyuono pun buka suara. Ia mengatakan bahwa lima orang yang meninggal dunia tersebut dua berasal dari Desa Sumurgayam dan tiga lainnya berasal dari Desa Paciran. Kelima jenazah tersebut kemudian disalatkan di Masjid Al Karomah Dusun Padeg, Desa Sumurgayam, Kecamatan Paciran. Video itu sendiri diambil pada hari Minggu (11/7/2021) malam .

"Ceritanya ke lima orang ini meninggal dunia karena sakit yang bertahun-tahun dan ada juga yang sudah tua mas," kata Yuli saat dihubungi IDN Times, Rabu (14/7/2021).

Yuli mengatakan, alasan ke lima orang tersebut dimakamkan di satu TPU karena lokasi Dusun Padeg dengan Paciran berdekatan. Tak hanya dimakamkan di satu tempat ke lima jenazah tersebut juga disalatkan bahkan diberangkatkan ke TPU secara bersama-sama.

"Yang pasti bukan corona. Jadi kelima orang tersebut meninggal dunia murni karena sakit biasa dan faktor usia. Itu sebabnya pada saat kita kubur dan salati tidak perlu menerapkan prokes," jelasnya.

Sumber:

https://jatim.idntimes.com/news/jatim/imron/viral-5-warga-lamongan-disalatkan-bersama-camat-bukan-covid/3

Kesimpulan

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video lima jenazah meninggal bersamaan setelah divaksin di Probolinggo tidak benar.

Ke lima orang ini meninggal dunia karena sakit yang bertahun-tahun dan ada juga yang sudah tua. Alasan ke lima orang tersebut dimakamkan di satu TPU karena lokasi Dusun Padeg dengan Paciran berdekatan. Tak hanya dimakamkan di satu tempat ke lima jenazah tersebut juga disalatkan bahkan diberangkatkan ke TPU secara bersama-sama.

Altered dan Missing Context (Liputan6.com/Abdillah)
Altered dan Missing Context (Liputan6.com/Abdillah)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Simak Video Berikut

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel