Cek Fakta: Tidak Benar dalam Foto Ini Penampakan Ular Bertanduk Tanda Kiamat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim foto penampakan ular bertanduk tanda kiamat. Foto tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 19 Agustus 20201.

Unggahan klaim foto penampakan ular bertanduk tanda kiamat menampilkan mahluk seperti ular dengan mulut terbuka dan mata yang tidak seperti lazimnya dan terdapat tonjolan dibagian atas mata.

Dalam foto tersebut terdapat tulisan sebagai berikut:

“Tanda2 kiamat sudah jelas dan semakin dekat…

Inilah ular yng bertanduk ynk di ceritakan

dalam alqur’an.Semoga yg bagikan foto ini di

jauhkan dari marabahaya Amin…bagikan jika

anda Islam”.

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"tanda2 kiamat,,"

Benarkah klaim foto penampakan ular bertanduk tanda kiamat? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim foto penampakan ular bertanduk tanda kiamat, dengan menggunakan Google Image.

Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Snake discovered in Mississippi with 2 eyes in one socket" yang dimuat situs clarionledger.com, pada 12 Maret 2018.

Artikel situs clarionledger.com memuat foto yang identik dengan klaim.

Artikel situs clarionledger.com menyebutkan, ular dalam foto tersebut adalah pion yang memiliki kondisi yang disebut cyclopia, di mana wajah embrio menjadi terlalu sempit saat berkembang. Dalam hal ini, dua orbit mata menjadi satu, dan kedua mata di ruang yang sama. Dalam kasus lain, hewan itu hanya akan memiliki satu mata besar. Babi, sapi, manusia, dan bahkan hiu pernah mengalami kondisi ini.

Cyclopia sering mempengaruhi otak, sehingga hewan dengan mutasi ini jarang bertahan lama setelah lahir.

Kesimpulan

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com klaim foto penampakan ular bertanduk tanda kiamat tidak benar.

Ular tersebut bukan bertanduk, kondisi yang disebut cyclopia, di mana wajah embrio menjadi terlalu sempit saat berkembang. Dalam hal ini, dua orbit mata menjadi satu, dan kedua mata di ruang yang sama. Dalam kasus lain, hewan itu hanya akan memiliki satu mata besar. Babi, sapi, manusia, dan bahkan hiu pernah mengalami kondisi ini.

Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel