Cek Fakta: Tidak Benar dalam Video Mayat Korban Covid-19 Bergerak

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video mayat korban Covid-19 bergerak. Klaim tersebut diunggah akun Facebook James Bowi, pada 30 Juni 2021.

Klaim video mayat korban Covid-19 bergerak yang diunggah menampilkan sejumlah benda menyerupai tubuh manusia yang ditutup dengan kain putih dan terlihat bergerak.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"WASPADA TERHADAP SERANGAN AKTING PLANDEMI - part 5

Mayat korban kopit nya kok bisa gerak gerak ?"

Benarkah klaim video mayat korban Covid-19 bergerak? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelurusi klaim video mayat korban Covid-19 bergerak dengan mengunakan Google Images.

Penelurusan mengarah pada artikel berjudul "Video claiming Palestinians ‘staging death’ after Israel attack is from 2013 Cairo, not Gaza" yang dimuat situs theprint.in, pada 17 Mei 2021.

Artikel situs theprint.in memuat dan mengulas video yang identik dengan klaim.

Artikel situs situs theprint menyebutkan, video tersebut sebenarnya adalah demonstrasi oleh mahasiswa Universitas Al Azhar Kairo, Mesir.

Sekelompok besar mahasiswa Muslim di Universitas Al-Azhar telah melakukan demonstrasi massal di depan gedung administrasi perguruan tinggi, sementara yang lain berbaris menuju Fakultas Kedokteran dan Teknik.

Tahun 2013 terjadi protes yang meluas di Mesir sebelum dan sesudah penggulingan Presiden Mohamed Morsi.

Pada bulan November tahun itu, mahasiswa bentrok dengan pasukan keamanan saat berdemonstrasi menentang pembatasan baru pada hak untuk memprotes yang diadopsi oleh pemerintah sementara yang didukung militer yang telah menggulingkan Morsi yang terpilih secara demokratis pada bulan Juli tahun itu.

Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul "Footage of “bodies” in shrouds shows Egyptian protesters in 2013, not faked deaths of Palestinians in Gaza" yang dimuat situs factcheck.afp.com, pada 21 Mei 2021. Artikel situs tersebut juga mengulas dan memuat video yang identik dengan klaim.

Artikel situs factcheck.afp.com menyebutkan, video tersebut difilmkan di Kairo, Mesir pada 2013.

Video asli diunggah ke YouTube oleh situs berita Mesir "Elbadil" pada 28 Oktober 2013. Menurut Elbadil, video itu direkam saat demonstrasi oleh mahasiswa Ikhwanul Muslimin di Universitas Al-Azhar. Ikhwanul Muslimin adalah organisasi keagamaan dan sosial-politik yang mendukung penerapan hukum Islam di hampir semua aspek kehidupan manusia.

Para mahasiswa memprotes militer di depan gedung administrasi perguruan tinggi di Kairo, Mesir.

Sumber:

https://factcheck.afp.com/footage-bodies-shrouds-shows-egyptian-protesters-2013-not-faked-deaths-palestinians-gaza

https://theprint.in/hoaxposed/video-claiming-palestinians-staging-death-after-israel-attack-is-from-2013-cairo-not-gaza/659659/

Kesimpulan

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com menelurusi klaim video mayat korban Covid-19 bergerak tidak benar.

Video itu direkam saat demonstrasi oleh mahasiswa Ikhwanul Muslimin di Universitas Al-Azhar, beredar sejak 2013. Para mahasiswa memprotes militer di depan gedung administrasi perguruan tinggi di Kairo, Mesir.

Altered dan Missing Context (Liputan6.com/Abdillah)
Altered dan Missing Context (Liputan6.com/Abdillah)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Simak Video Berikut

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel