Cek Fakta: Tidak Benar Foto Kebakaran Pesantren Alquran, 28 Santri dan Guru Tewas

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah foto yang diklaim sebagai peristiwa kebakaran pesantren alquran yang menewaskan 28 santri dan guru beredar media sosial.

Foto tersebut dimuat dalam artikel berjudul "Innalillahiwainnalillahirajiun! Pesantren AIquran Terbakar, 28 Santri & Guru Tewas Terpanggang" yang dimuat situs portalnegeri.co pada 28 Januari 2021.

Berikut isi artikelnya:

Sebuah pondok pesantren Alquran di dekat Ibu Kota Monrovia, Liberia terbakar pada Rabu 18, dini hari waktu setempat.

Akibat kebakaran tersebut 26 santri dan 2 guru dikabarkan tewas terpanggang. Kantor kepresidenan Liberia, yang dilansir dari iNews.id, yang dikutip dari AFP, menyatakan,

Presiden Liberia George Weah langsung meninjau lokasi kebakaran tersebut, kata juru bicara kepresidenan, Solo Kelgbeh.

Hingga saat ini, belum diketahui penyebab kebakaran yang sudah merenggut puluhan nyawa tersebut.

Pihak kepolisian setempat pun masih melakukan penyelidikan. Diduga puluhan korban tewas terpanggang karena sedang berisitirahat, sehingga tidak sempat menyelamatkan diri.

Benarkah foto yang diklaim sebagai peristiwa kebakaran pesantren alquran yang menewaskan 28 santri dan guru? Berikut penelusurannya.

Penelusuran Fakta

Gambar Tangkapan Layar Penelusuran Foto dengan Google Reverse Image.
Gambar Tangkapan Layar Penelusuran Foto dengan Google Reverse Image.

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri foto yang diklaim sebagai peristiwa kebakaran pesantren alquran. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah foto tersebut ke situs Google Reverse Image.

Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai foto tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Masjid Takarub di Aceh Hangus Terbakar, Petugas Dalami Asal Api" yang dimuat situs Liputan6.com pada 28 Desember 2019 lalu.

Liputan6.com, Aceh - Sebuah masjid di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, hangus dilalap api dalam peristiwa kebakaran, Sabtu (28/12/2019).

Penyebab kebakaran yang turut menghanguskan sejumlah bangunan rumah toko milik warga masih dalam penyelidikan petugas terkait.

Kepala Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Sunawardi menyebutkan, masjid yang terbakar bernama Masjid Takarub, berada di Desa Alue Bungkoh, Kecamatan Pirak Timu. Peristiwa itu terjadi sekira pukul 07.00 WIB.

Adapun bangunan yang terbakar berjumlah 10 unit. Masing-masing mengalami kerusakan yang berat, sama seperti kondisi masjid yang sehari-hari dijadikan rumah ibadah oleh warga tersebut.

"Data sementara para korban di Desa Alue Bungkoh, yakni, 10 Kepala Keluarga, atas nama, Riza Abdullah, Fais, M. Rakyat, Abdurrahman, Khadijah, Ainol Mardhiah, Saifuddin, Nurleli, M. Nasir, Furol," sebut Sunawardi kepada Liputan6.com.

Petugas pemadam kebakaran menerjunkan 4 unit armada dari Pos Landeng, Lhokseumawe, dan Alue Bilie untuk memadamkan api.

Api dapat dipadamkan dalam waktu 2 jam lebih setelah air dari alat penyemprot ditembakkan ke api yang sedang menyala-nyala.

Warga di lokasi mengatakan, bahwa api bersumber dari kompor yang meleduk dari sebuah warung kopi.

Istri yang empunya warung harus dibawa ke Puskesmas karena mengalami luka bakar di bagian dahi dan tangan.

Suami korban sedang pergi ke ladang pada saat kejadian. Namun, petugas belum memastikan benar tidaknya api berasal dari warung tersebut.

Sementara itu, seluruh kubah Masjid Takarub hangus terbakar, termasuk jendela sebelah kiri dan kanan serta pengeras suara. Yang mampu diselamatkan hanya mimbar dan seluruh Alquran yang ada di masjid tersebut.

Referensi:

https://www.liputan6.com/regional/read/4143806/masjid-takarub-di-aceh-hangus-terbakar-petugas-dalami-asal-api

Kesimpulan

Foto yang diklaim sebagai peristiwa kebakaran pesantren alquran dan menewaskan 28 santri dan guru ternyata tidak benar.

Faktanya, foto tersebut merupakan peristiwa terbakarnya Masjid Takarub, berada di Desa Alue Bungkoh, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara pada 28 Desember 2019 lalu.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Saksikan video pilihan berikut ini: