Cek Fakta: Tidak Benar Foto Sertifikat Vaksin dari Tahun 1721

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Beredar di Facebook unggahan foto terkait sertifikat vaksin tertua di dunia. Foto tersebut disebarkan oleh salah satu akun Facebook pada 15 September 2021.

Pada unggahan yang memiliki 34 komentar dan disukai 45 warganet terlihat surat sertfikat vaksin yang sudah lusuh dan berisikan narasi sebagai berikut:

"Sertifikat Vaksin tertua di dunia tahun 1721 Masehi. Dikeluarkan oleh khalifah Islamiyah Turki Ustmani. Vaksin itu bagian dari peradaban islam yang maju"

Lalu, benarkah sertifikat vaksin tersebut adalah yang tertua di dunia dan diterbitkan pada 1721? Berikut penelusurannya.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com telah menelusuri informasi tersebut dengan menggunakan Google Images dan menemukan artikel terkait dengan judul "A document shows how the Ottomans checked if anyone had been vaccinated" yang ditulis oleh slobodenpecat.mk.

Pada artikel tersebut disebutkan bahwa sertifikat vaksin yang ditulis dalam abjad arab dan bahasa Prancis berasal dari 1908. Pada tahun itu sudah ditemukan vaksin campak dan PES.

Tulisan yang terdapat dalam sertifikat adalah berisi rincian orang yang sudah divaksinasi. Surat vaksin tersebut diterbitkan pada masa kesultanan Utsmaniyah pada masa Pemerintahan Sultan Abdulhamid II.

Referensi:

https://www.slobodenpecat.mk/en/dokument-pokazhuva-kako-osmanliite-proveruvale-dali-nekoj-e-vakciniran/

Kesimpulan

Kabar yang beredar terkait sertifikat vaksin tertua di dunia berasal dari 1721 Masehi adalah salah. Faktanya sertifikat vaksin tersebut diterbitkan pada 1908 dengan abjad Arab dan bahasa Prancis.

Penulis: Geiska Vatikan Isdy

Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel