Cek Fakta: Tidak Benar Guru di Garut Lumpuh usai Divaksin Covid-19

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan terkait guru di Garut yang menjadi lumpuh usai divaksin covid-19. Postingan tersebut ramai dibagikan sejak pekan lalu.

Salah satu akun yang mempostingnya bernama Sri Hardiningsih. Dia mengunggahnya di Facebook pada 19 maret 2021.

Dalam unggahannya terdapat potongan bukti percakapan dengan narasi:

"Guru honorer di Leles Garut jadi lumpuh setelah vaksin ke dua...kpd pemerintah harus wajib bertanggung jawab atas sudah mulai berguguran korban vaksin c.19 rakyat jangan di paksa...sifatnya sekedar sukarelawan.."

Selain itu ia menambahkan narasi: "HALLOO. GUYS SETELAH DI VAKSIN SEORANG. GURU. HONORER DI. LELES. GARUT JADI. LUMPUH...‼"

Lalu benarkah ada seorang guru di Garut yang menjadi lumpuh usai divaksin covid-19?

#IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Penelusuran Fakta

CEK FAKTA Liputan6 (Liputan6.com/Abdillah)
CEK FAKTA Liputan6 (Liputan6.com/Abdillah)

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel berjudul "Guru di Garut Sempat Lumpuh Usai Divaksinasi, Dokter Pastikan Bukan Akibat Vaksin Covid-19" yang tayang di Liputan6.com pada 22 Maret 2021.

Di sana terdapat penjelasan bahwa guru berinisial EK itu lumpuh bukan akibat vaksin covid-19.

"Direktur RSUD dr Slamet Garut, Husodo Dewo Adi, menyebut EK merupakan salah satu pasien yang selama ini melakukan pengobatan kepadanya. Sebelum divaksinasi, dokter mendiagnosis penyakit yang menyebabkan lemahnya anggota gerak EK.

"(EK) pasien saya yang saya diagnosis ada saraf kejepit, sehingga menyebabkan adanya kelemahan gerak di bagian badan atas dan bawahnya," ujar Husodo, Minggu (21/3/2021). Husodo menjelaskan, vaksin Covid-19 tidak menyebabkan lemahnya anggota gerak seseorang yang menerima vaksinasi.

"Jadi vaksin (Covid-19) tidak menyebabkan pengaruh kepada bagian saraf maupun otot (atau) menyebabkan kelemahan. Jadi ini bukan gara-gara vaksin, tapi karena ada penyakit yang lain, yaitu saraf kejepit itu," katanya menambahkan.

Selain itu ada juga artikel berjudul "GURU HONORER DI LELES GARUT JADI LUMPUH SETELAH MENDAPAT VAKSIN KEDUA" yang tayang di website Jabar Saber Hoaks yang dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat.

Dalam artikel itu terdapat penjelasan dari Sekretaris Dinkes Garut Leli Yuliani. Bukan lumpuh, tapi pasiennya merasa lemas pada hari Sabtu. Sedangkan divaksinasi hari Rabu," ucap Leli, Selasa (16/3/2021).

E diketahui menjalani vaksinasi pada hari Rabu (10/3) di Kecamatan Leles. Dia kemudian beraktivitas normal dan merasa lemas pada hari Sabtu (13/3). Kabar tentang lumpuhnya E gara-gara vaksin COVID-19 mulai ramai diperbincangkan pada Senin (15/3).

Berdasarkan penelusuran pihak Dinkes Garut, menurut Leli, guru itu bukan kali ini saja mengalami gejala serupa. Sebelum menjalani vaksinasi, E sempat beberapa kali dirawat di Puskesmas.

"Memang sudah cukup sering mengalami hal serupa, dan beberapa kali sempat dirawat di Puskesmas. Jadi bukan karena setelah divaksinasi baru terasa lemas. Sebelum divaksinasi juga beberapa kali mengalami hal serupa," ucap Leli menegaskan.

Sumber:

https://www.liputan6.com/news/read/4512047/guru-di-garut-sempat-lumpuh-usai-divaksinasi-dokter-pastikan-bukan-akibat-vaksin-covid-19?source=search

https://saberhoaks.jabarprov.go.id/v2/klarifikasi/detail/ADN012358/GURU-HONORER-DI-LELES-GARUT-JADI-LUMPUH-SETELAH-MENDAPAT-VAKSIN-KEDUA

Kesimpulan

Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Postingan yang menyebut ada guru di Garut menjadi lumpuh setelah divaksin covid-19 adalah tidak benar.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Saksikan video pilihan berikut ini