Cek Fakta: Tidak Benar Indonesia Negara Tertinggi Penderita Diabetes

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang Indonesia merupakan negara tertinggi penderita diabetes beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan akun Facebook Shah Alam pada 7 Februari 2021.

Akun Facebook Shah Alam mengunggah gambar berisi narasi bahwa Indonesia merupakan negara tertinggi penderita diabetes. Berikut narasinya:

"Indonesia negara tertinggi penderita DIABETES, ternyata salah satu penyebabnya adalah rakyatnya banyak termakan JANJI JANJI MANIS"

Konten yang disebarkan akun Facebook Shah Alam telah 11 kali dibagikan dan mendapat 39 komentar warganet.

Benarkah Indonesia merupakan negara tertinggi penderita diabetes? Berikut penelusurannya.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim Indonesia merupakan negara tertinggi penderita diabetes. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "indonesia diabetes rank" ke kolom komentar situs Google Search.

Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah klaim tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Indonesia, Peringkat ke-6 Penderita Diabetes Terbanyak di Dunia" yang dimuat situs Liputan6.com pada 26 April 2019 lalu.

Liputan6.com, Jakarta - Data dari International Diabetes Federation pada 2017 menyebutkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-6 negara dengan jumlah orang dengan diabetes terbanyak.

Hal ini disampaikan salah satu dokter spesialis penyakit dalam bernama dr. Bhanu, dalam konferensi pers web series "JANJI" belum lama ini.

Orang dengan diabetes di Indonesia, menurut paparan data yang dipresentasikan oleh dr. Bhanu, berjumlah sekitar 10,3 juta orang.

"Indonesia posisinya di mana? Setelah China, India, Amerika Serikat, Brazil, dan Meksiko," kata Bhanu ditulis Jumat, 26 April 2019.

Berikut peringkat pertama hingga ke-5 diduduki oleh secara berurutan China (114,4 juta), India (72,9 juta), Amerika Serikat (30,2 juta), Brazil (12,5 juta), dan Meksiko (12 juta).

Sekitar 90-95% kasus diabetes, didominasi oleh diabetes tipe 2.

Perlu diketahui, diabetes tipe 2 mempunyai gejala yang lambat. Diabetes tipe ini biasa menyerang orang-orang dengan obesitas, gangguan kulit (Acanthosis nigricans), terganggunya fungsi ovarium (Polycistic ovary syndrome), dan faktor keturunan.

Menurut data lain International Diabetes Federation tahun 2017, sepertiga dari penderita prediabetes di dunia biasa berusia 20-39 tahun.

dr. Bhanu merekomendasikan pola hidup sehat berupa olahraga, mengonsumsi makanan rendah gula, dan menjaga berat badan tetap seimbang, untuk mencegah diabetes.

"Jangan lupa perbanyak serat, berolahraga, dan istirahat," ujarnya.

Liputan6.com juga menemukan artikel lain yang juga menjelaskan mengenai jumlah kasus diabetes yang terjadi di Indonesia.

Adalah artikel berjudul "Naik 6,2 Persen Selama Pandemi, Pasien Diabetes Indonesia Peringkat 7 di Dunia" yang dimuat situs kompas.com pada 5 November 2020.

KOMPAS.com- Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), Indonesia berstatus waspada diabetes karena menempati urutan ke-7 dari 10 negara dengan jumlah pasien diabetes tertinggi.

Prevalensi pasien pengidap diabetes di Indonesia mencapai 6,2 persen, yang artinya ada lebih dari 10,8 juta orang menderita diabetes per tahun 2020.

Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), Prof Dr dr Ketut Suastika SpPD-KEMD mengatakan bahwa angka ini diperkirakan meningkat menjadi 16,7 juta pasien per tahun 2045.

Dengan data tahun ini, 1 dari 25 penduduk Indonesia atau 10 persen dari penduduk Indoneia mengalami diabetes.

"Yang paling banyak di Indonesia adalah kasus diabetes tipe 2 yang disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat. Dan melihat angka yang angat besar, artinya setiap orang memiliki kerabat, teman, atau bahkan keluarga yang mengalai penyakit diabetes," kata Suastika dalam diskusi daring bertajuk World Diabetes Day 2020: Pentingnya Peran Cargiver dan Saatnya Sadar serta Peduli Diabetes, Selasa (3/11/2020).

Berdasarkan riset kesehatan dasar (riskesdas) tahun 2018, angka prevalensi diabetes di Indonesia mencapai 10,9 persen yang diprediki juga akan terus meningkat.

Kondisi ini, kata Suastika, pastinya dapat mempersulit proses pengendalian dan pengelolaan diabetes.

"Siapapun harus aware dengan kondisi kita," kata dia.

Ia mengingatkan kepada masyarakat terhadap pentingnya mengetahui gejala klasik diabetes yang bisa didiagnosa dari awal oleh diri sendiri masing-masing.

Di antaranya seperti banyak minum-makan yang manis, banyak kencing dan juga berat badan yang turun secara drastis.

"Bagi diabetesi, penting untuk mengecek kadar gula darah secara rutin dan melakukan pencegahan, terlebih daat pandemi Covid-19 sekarang ini," jelasnya.

Seperti diketahui, diabetes adalah salah satu komorbid atau penyakit penyerta yang banyak ditemukan pada pasien terinfeksi virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, tepatnya di peringkat ke dua yaitu sebanyak 34,4 persen kasus di Indonesia.

Director of Special Needs & Healthy Lifestyle Nutrition Kalbe Nutritionals, Tunghadi Indra mengatakan, angka prevalensi diabetes di dunia dan Indonesia yang meningkat.

Ditambah risiko yang bisa terjadi kepada para diabetesi saat pandemi ini, menunjukkan kalau diabetes perlu perhatian khusus dari semua kalangan.

"Diabetes memang tidak bisa disembuhkan, tetapi manajemennya sangat perlu diperhatikan. Selain itu dukungan dari support system di sekitar diabetesi juga sangat dibutuhkan,” kata Tunghadi.

Hingga 14 Mei 2020, International Diabetes Federation (IDF) melaporkan 463 juta orang dewasa di dunia menyandang diabetes dengan prevalensi global mencapai 9,3 persen. Namun, kondisi yang membahayakan adalah 50,1 persen penyandang diabetes (diabetesi) tidak terdiagnosis. Ini menjadikan status diabetes sebagai silent killer masih menghantui dunia.

Jumlah diabetesi ini diperkirakan meningkat 45 persen atau setara dengan 629 juta pasien per tahun 2045. Bahkan, sebanyak 75 persen pasien diabetes pada tahun 2020 berusia 20-64 tahun.

Referensi:

https://www.liputan6.com/health/read/3949563/indonesia-peringkat-ke-6-penderita-diabetes-terbanyak-di-dunia

https://www.kompas.com/sains/read/2020/11/05/100200923/naik-6-2-persen-selama-pandemi-pasien-diabetes-indonesia-peringkat-7-di?page=all

Kesimpulan

Kabar tentang Indonesia merupakan negara tertinggi penderita diabetes ternyata tidak benar. Faktanya, China merupakan negara yang paling banyak penderita diabetes di dunia.

Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com:

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Saksikan video pilihan berikut ini: