Cek Fakta: Tidak Benar Ini Foto Ibu dan Anak Tertimbun Vulkanik Gunung Semeru

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim foto ibu dan anak ditemukan tertimbun abu vulkanik Gunung Semeru. Informasi tersebut dibagikan salah satu akun Facebook, pada 7 Desember 2021.

Klaim foto ibu dan anak tertimbun abu vulkanik Gunung Semeru berupa tangkapan layar yang menampilkan benda telihat seperti tubuh yang menyatu dengan tanah berpasir dan terdapat lingkaran merah pada salah satu bagiannya.

Dalam foto tersebut terdapat tulisan "Pilu! Jenazah Ibu dan Anak ini Ditemukan Berpelukan Tertimbun Abu Vulkanik".

Unggahan foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"https://youtu.be/g-o3G2BE_W4 ALFATEKAH semeru"

Benarkah klaim foto ibu dan anak tertimbun abu vulkanik Gunung Semeru? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim foto ibu dan anak ditemukan tertimbun abu vulkanik Gunung Semeru dengan menggunakan Google Image.

Penelusuran mengarah pada situs volcanodiscovery.com, situs tersebut memuat foto yang identik dengan klaim.

Situs volcanodiscovery.com menyebutkan, foto tersebut adalah korban letusan gunung Vesuivus pada 79 Masehi, karya Tom Pfeiffer.

Tubuh korban ditemukan di tempat di reruntuhan Ketika Vesuivus meletus pada 79 M, banyak penduduk mengambil keputusan fatal untuk tetap tinggal di kota, mencoba mengatasi jatuhnya batu.

Sumber:

https://www.volcanodiscovery.com/photos/pompeji/image2.html

Kesimpulan

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim foto ibu dan anak ditemukan tertimbun abu vulkanik Gunung Semeru tidak benar.

Foto tersebut adalah korban letusan gunung Vesuivus pada 79 M, karya Tom Pfeiffer.

Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel