Cek Fakta: Tidak Benar Kabar Pekalongan Dilanda Banjir Darah

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang banjir darah melanda pemukiman warga di Pekalongan, Jawa Tengah beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan oleh akun Facebook I Gede Ngurah Delem pada 7 Februari 2021.

Akun Facebook I Gede Ngurah Delem mengunggah foto perumahaan atau pemukiman warga yang terendam air berwarna merah mirip darah.

Akun Facebook I Gede Ngurah Delem kemudian mengaitkan foto tersebut dengan banjir darah yang terjadi di salah satu perumahan di Pekalongan, Jawa Tengah.

"Foto dari kerabat di Pekalongan, Banjir darah di tambun tulang," tulis akun Facebook I Gede Ngurah Delem.

Konten yang disebarkan akun Facebook I Gede Ngurah Delem telah 73 kali dibagikan dan mendapat 581 komentar warganet.

Benarkah banjir darah melanda pemukiman warga di Pekalongan, Jawa Tengah? Berikut penelusurannya.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar banjir darah melanda pemukiman warga di Pekalongan, Jawa Tengah.

Penelusuran dilakukan dengan menghubungi Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Iskandar Fitriana Sutisna.

Iskandar mengatakan, air berwarna merah yang membanjiri pemukiman warga di Pekalongan bukan berasal dari darah. Melainkan cairan pewarna batik.

"Itu akibat dari cairan perwarna batik," kata Iskandar kepada Liputan6.com, Minggu (7/2/2021).

Iskandar menjelaskan, banjir berwarna merah tersebut terjadi di Kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan pada Sabtu 6 Februari 2021. Menurut Iskandar, di lokasi tersebut terdapat beberapa perajin dan industri batik.

"Cukup banyak perajin batik. Karena rumahnya terendam banjir," ucap Iskandar.

Liputan6.com kemudian menemukan artikel yang menjelaskan lebih detail mengenai peristiwa banjir berwarna merah di Pekalongan, Jawa Tengah.

Adalah artikel berjudul "Heboh Air Bah Banjir Berwarna Merah di Pekalongan, Ternyata ..." yang dimuat situs Liputan6.com pada 7 Februari 2021.

Liputan6.com, Pekalongan - Kepolisian Resor Pekalongan Kota, Jawa Tengah, mengamankan pembungkus sisa obat batik yang menyebabkan air banjir berwarna merah pekat yang menggenangi permukiman warga di Kelurahan Jenggot, Kecamatan Pekalongan Selatan, Sabtu.

Kepala Polres Pekalongan Kota AKBP Mochammad Irwan Susanto di Pekalongan, Sabtu, mengatakan air banjir yang berwana merah pekat tersebut karena obat batik yang dibungkus dalam plastik sobek dan terbawa air banjir.

"Air genangan banjir itu disebabkan karena ada obat batik berwarna merah berasal dari industri rumah batik yang hanyut terbawa banjir. Kemudian, plastik pembungkus obat batik itu sobek sehingga menyebabkan air banjir di wilayah itu ikut berwarna merah," katanya, dikutip Antara.

Ia yang didampingi Kepala Polsek Pekalongan Selatan Kompol Basuki Budisantosa mengatakan obat batik yang dibungkus dalam plastik itu disimpan di tempat produksi batik namun tidak diketahui jika obat batik itu hanyut terbawa air banjir.

"Juragan (pemilik) batik kebetulan tidak mengecek tempat produksi batik karena banjir dan memang tidak ada aktivitas membatik. Obat batik itu ada yang hanyut," katanya.

Menurut dia, polisi sudah mengamankan barang bukti sisa obat batik yang hanyut itu, yaitu sekitar satu kilogram.

Sementara ini, kata dia, polsek belum menemukan bukti adanya unsur kesengajaan maupun orang yang sengaja mencecerkan obat batik warna merah ke genangan banjir.

"Sementara informasi yang kami dapatkan seperti itu. Kami juga masih melakukan pemeriksaan terhadap warga yang menemukan obat batik yang hanyut itu maupun lurah setempat sebagai saksi," katanya.

Kesimpulan

Kabar tentang banjir darah melanda pemukiman warga di Pekalongan, Jawa Tengah ternyata tidak benar. Faktanya, air berwarna merah yang merendam pemukiman warga itu berasal dari cairan pewarna batik, bukan darah.

Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Saksikan video pilihan berikut ini: