Cek Fakta: Tidak Benar Masjid Jayakarta di Jakarta Timur Dibakar Penyusup

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang Masjid Jayakarta di Pulogadung, Jakarta Timur dibakar penyusup beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan akun Facebook Adhi Romeo pada 3 Juli 2021.

Akun Facebook Adhi Romeo mengunggah gambar tangkapan layar percakapan WhatsApp berisi narasi bahwa kebakaran di Masjid Jayakarta dibakar penyusup yang benci Islam.

"Masjid Jayakarta Kawasan Pulogadung yg dekat PT. Kimia Farma ditutup tidak boleh buat sholat, akhirnya tadi pagi kebakaran.. Allah SWT jawabg langsung dgn menghilangkan sekalian sebagai teguran kepada umat muslim..(mungkin melalui penyusup yg benci kepada islam) Wallahu'alam bishowab.." demikian narasinya.

Konten yang disebarkan akun Facebook Adhi Romeo telah 8 kali direpons dan mendapat 1 komentar warganet.

Benarkah Masjid Jayakarta di Pulogadung, Jakarta Timur dibakar penyusup? berikut penelusurannya.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang Masjid Jayakarta di Pulogadung, Jakarta Timur dibakar penyusup yang membenci Islam. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "masjid jayakarta kebakaran" di kolom pencarian Google Search.

Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai peristiwa kebakaran Masjid Jayakarta. Satu di antaranya artikel berjudul "Kronologi Terbakarnya Masjid Jayakarta di Cakung, Petugas Cleaning Service Lihat Percikan Api" yang dimuat situs kompas.com pada 30 Juni 2021.

JAKARTA, KOMPAS.com - Masjid Jayakarta di Jalan Rawa Gelam II, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, terbakar karena konsleting listrik.

"Ada konsleting listrik di tempat imam," kata Kasie Ops Suku Dinas (Sudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Gatot Sulaeman, Rabu (30/6/2021).

Gatot menuturkan, orang yang pertama mengetahui kebakaran adalah petugas cleaning service.

"(Petugas) cleaning service sedang membersihkan masjid, kemudian melihat api dari tempat imam," ucap Gatot.

Setelah itu, petugas tersebut melaporkan ke pengurus masjid. Api sudah membesar saat pengurus masjid datang.

Berdasarkan keterangan pengurus masjid, tiba-tiba api terlihat dari kusen di bawah rangka baja ringan masjid tersebut.

Jajaran Sudin Gulkarmat Jakarta Timur menerima laporan kebakaran itu pada pukul 09.45 WIB. Proses pemadaman diawali pukul 09.50 WIB. Sebanyak tujuh unit mobil dan 35 personel dikerahkan.

Api dapat dilokalisir lima menit kemudian. Proses pemadaman berakhir pukul 11.06 WIB. Gatot mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini.

"Pemilik masjid PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP)," kata Gatot.

Referensi:

https://megapolitan.kompas.com/read/2021/06/30/13044201/kronologi-terbakarnya-masjid-jayakarta-di-cakung-petugas-cleaning-service

Kesimpulan

kabar tentang Masjid Jayakarta di Pulogadung, Jakarta Timur dibakar penyusup yang membenci Islam ternyata tidak benar. Faktanya berdasarkan pemeriksaan sementara, Masjid Jayakarta terbakar karena konsleting listrik.

Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel