Cek Fakta: Tidak Benar Minyak akan Langka Akibat Kebakaran Kilang Cilacap

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim akan terjadi kelangkaan minyak akibat kebakaran Kilang Cilacap. Informasi tersebut diunggah sebuah akun Twitter, pada 13 November 2021.

Unggahan tersebut berupa tangkapan layar artikel berjudul "Kilang Pertamina Cilacap Terbakar" yang dimuat situs Kompas.com, pada 13 November 2021.

Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Siap-siap kemungkinan besar akan terjadi kelangkaan minyak, pasca terbakarnya tangki kilang minyak di Cilacap❗⚠️"

Benarkah klaim akan terjadi kelangkaan minyak akibat kebakaran Kilang Cilacap? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri akan terjadi kelangkaan minyak akibat kebakaran Kilang Cilacap, dalam artikel berjudul "Tangki Kilang Pertamina Cilacap Terbakar, Pasokan BBM dan Elpiji Tak Terganggu" yang dimuat situs liputan6.com, 13 Oktober 2021, Corporate Secretaty Subholding Refining & Petrochemical, PT Kilang Pertamina International (KPI) Ifki Sukarya memastikan, insiden kebakaran pada salah satu tangki di Kilang Pertamina Cilacap tidak akan berdampak terhadap distribusi BBM dan elpiji kepada masyarakat.

"Saat ini, Pertamina juga memastikan pasokan BBM dan Elpiji ke masyarakat dalam kondisi aman dan tidak mengalami gangguan," kata Ifki, saat berbincang dengan Liputan6.com.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menyatakan, Kilang Cilacap masih tetap beroperasi meski terjadi kebakaran pada tangki kilang, sehingga tidak berpengaruh pada perencanaan produksi.

"Kilang tetap operasi tidak ada shutdown," kata Nicke, saat memberikan keterangan kepada awak media, Minggu (14/11/2021).

Nicke pun memastikan, stok BBM yang ada di tangki, kilang, pipa, terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) dan SPBU dalam kondisi aman. Dia pun meminta masyarakat tidak panik melakukan pembelian BBM dalam jumlah besar karena khawatir kehabisan BBM.

"Dengan adanya insiden ini jadi mohon tidak panic buying karena stok sangat aman, malah beberapa produk di atas standar minimum (stoknya) jadi ini sudah melebihi standar stoknya," tutur Nicke.

Dikesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution mengungkapkan, stok BBM dan Elpiji nasional saat ini dalam kondisi aman, dengan ketahanan stok BBM jenis Premium 27 hari, Pertamax 15 hari, Pertalite di atas 10 hari, solar 20 hari, avtur 35 hari, Pertamax Turbo 35 hari dan Elpiji 12,7 hari.

"Jangan khawatir pendistribusian BBM dan LPG berlangsung seperto biasa," ujarnya.

Kesimpulan

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim akan terjadi kelangkaan minyak akibat kebakaran Kilang Cilacap tidak benar.

Kilang Cilacap masih tetap beroperasi meski terjadi kebakaran pada tangki kilang, sehingga tidak berpengaruh pada perencanaan produksi. Stok BBM yang ada di tangki, kilang, pipa, terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) dan SPBU dalam kondisi aman

Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel