Cek Fakta: Tidak Benar Muncul Virus Menular Baru di China Bernama Tick-Borne

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta- Beredar kabar muncul virus menular baru di China bernama tick-borne. Kabar tersebut diunggah akun Facebook Sri Mulya Ti, pada 8 Agustus 2020.

Akun tersebut mengunggah keterangan sebagai berikut:

"Muncul Virus Menular Baru di China, 67 Terinfeksi dan 7 Meninggal"

Kemudian disertai dengan tautan artikel berjudul "Muncul Virus Menular Baru di China, 67 Terinfeksi dan 7 Meninggal" yang dimuat situs geraknews.co.

Berikut isinya:

"GERAKNEWS.CO - Virus bаru dіlароrkаn muncul lаgі di Wuhаn, China. Negeri Tirai Bambu tеrѕеbut tеlаh mеlароrkаn реnуаkіt menular bаru yang dіѕеbаbkаn оlеh virus уаng dіtulаrkаn mеlаluі kutu. Mеnurut media Chіnа, virus tісk-bоrnе tеlаh mеngіnfеkѕі 67 оrаng dan mеnеwаѕkаn sedikitnya 7 jіwа.

Pihak bеrwеnаng tеlаh mеmреrіngаtkаn masyarakat dі ѕаnа tеntаng kеmungkіnаn реnulаrаn реnуаkіt dаrі оrаng ke оrаng. Karena іlmuwаn dаn ahli medis percaya, іnfеkѕі tеrѕеbut tеlаh dіtulаrkаn dаrі kutu kе mаnuѕіа.

Wаng dіrаwаt dі rumah ѕаkіt ѕеlаmа ѕаtu bulan untuk mеndараtkаn реrаwаtаn kоntаgіаn vіruѕ уаng tераt, ѕеtеlаh іtu dіа dipulangkan. Beberapa gеjаlа lаіn dаrі реnуаkіt tick-borne mungkіn tеrmаѕuk sakit kepala, kelelahan dan nуеrі оtоt.

Shеng Jifang, ѕеоrаng dоktеr dаrі rumah ѕаkіt аfіlіаѕі pertama dі bawah Universitas Zhеjіаng, mеngаtаkаn kеmungkіnаn реnulаrаn dari mаnuѕіа ke mаnuѕіа tidak dapat dіkеѕаmріngkаn. Pаѕіеn dараt mеnulаrkаn virus kе orang lain mеlаluі darah atau lеndіr.

Dоktеr mеmреrіngаtkаn, gigitan kutu аdаlаh rutе transmisi utаmа. Nаmun, ѕеlаmа kіtа bеrhаtі-hаtі dаn mеnjаgа kеѕеhаtаn, tidak реrlu tеrlаlu раnіk dengan penularan virus tеrѕеbut."

Benarkah muncul virus menular baru di China bernama tick-borne? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim muncul virus menular baru di China bernama tick-borne menggunakan Google Search dengan kata kunci 'tick-borne virus in china'.

Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Tick-borne virus kills 7, infects 60 in China: All about new pathogen" yang dimuat situs indiatoday.in, pada 7 Agustus 2020.

Artikel indiatoday.in menjelaskan penyakit yang disebabkan oleh virus tick-borne disebut demam parah dengan Sindrom Trombositopenia (SFTS).

Demam berat dengan Sindrom Trombositopenia (SFTS) adalah penyakit yang kasus pertamanya dilaporkan pada tahun 2009 di provinsi Henan, Tiongkok Tengah, dan Anhui, Tiongkok Timur.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di Nature tahun lalu mengatakan bahwa antara 2011 dan 2016, ada total 5.360 kasus SFTS yang dikonfirmasi laboratorium di China.

Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul "TICK-BORNE BUNYAVIRUS CAUSING FEVER, HEMORRHAGES SPREADING IN CHINA: EVERYTHING WE KNOW SO FAR" yang dimuat situs firstpost.com, pada 7 Agustus 2019.

Artikel situs tersebut meyebutkan, virus tick-borne atau virus Severe Fever with Thrombocytopenia Syndrome (SFTS) yang disebabkan oleh sejenis phlebovirus spesies di bawah keluarga bunyavirus. Ini ditularkan dari kutu Asia yang disebut Haemaphysalis longicornis, yang umumnya ditemukan di wilayah Amerika, Asia, Afrika, dan Mediterania.

Virus SFTS telah muncul dari China, Jepang, dan Korea Selatan dalam beberapa tahun terakhir, dengan serangan terbaru dilaporkan pada 2009, 2013, dan 2017. Amerika Serikat juga telah melaporkan kasus dengan gejala yang lebih ringan, tetapi serupa. Studi kasus infeksi SFTS di Vietnam juga dilakukan, di mana virus tersebut tidak diketahui endemik.

Kesimpulan

Klaim muncul virus menular baru di China bernama tick-borne tidak benar, virus tersebut sudah ditemukan sejak 2009 di China, Jepang, dan Korea Selatan.

Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)
Banner Cek Fakta: Salah (Liputan6.com/Triyasni)

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia.

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.